Pengakuan Ibu yang Simpan Jasad Bayi di Lemari Pendingin

Kompas.com - 10/08/2017, 20:19 WIB
Barang bukti kulkas dan lemari pendingin yang digunakan terduga pelaku penyimpanan bayi ke dalam freezer saat diamankan oleh Kepolisian Resort Kota Tarakan. SA diduga menyimpan jasad bayi yang dilahirkan di dalam kulkas dan mesin pendingin karena diduga takut dan panik terhadap kelahiran anak keduanya tersebut. handout/AndriBarang bukti kulkas dan lemari pendingin yang digunakan terduga pelaku penyimpanan bayi ke dalam freezer saat diamankan oleh Kepolisian Resort Kota Tarakan. SA diduga menyimpan jasad bayi yang dilahirkan di dalam kulkas dan mesin pendingin karena diduga takut dan panik terhadap kelahiran anak keduanya tersebut.
|
EditorCaroline Damanik

NUNUKAN,KOMPAS.com – Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Michael Hence Royke Supit, Kamis (10/8/2017), mengatakan, hasil visum terhadap jasad bayi yang ditemukan di dalam lemari pendingin menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan terhadap sang bayi.

Supit mengatakan, dalam pemeriksaaan, SA, si ibu, melahirkan bayinya di dalam air di bak mandi. Saat dilahirkan, sang bayi dalam keadaan hidup.

"Namun kurangnya memahami teknik melahirkan dalam air, karena tersangka hanya menonton melalui Youtube, tersangka SA tidak mengetahui penanganan bayi pasca-dilahirkan sehingga bayi yang dilahirkan dalam keadaan hidup kemudian didapati meninggal dunia," kata Supit.

(Baca juga: Seorang Ibu Simpan Jasad Bayinya di Lemari Pendingin Selama 3 Bulan)

Sementara itu, hasil visum belum bisa memberikan kesimpulan penyebab kematian bayi.

“Hasil autopsinya dokter belum bisa memastikan apa penyebabnya, kita masih mencari tahu penyebabnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Polresta Tarakan menerima laporan dari pembantu di tempat pencucian mobil di Jalan Pulau Bunyu RT 11 Kelurahan Karang Harapan tentang penemuan bayi di dalam panci yang disimpan lemari pendingin, Rabu (2/8/2017) sekitar pukul 19.30 Wita.

Sekitar 10 jam kemudian, Polres Tarakan mengamankan SA, ibu sang bayi, sebagai tersangka dalam kasus ini.

SA mengaku menyimpan jasad bayi yang baru dilahirkan pada bulan Mei lalu karena takut sang anak nantinya tidak bisa mendapat akta kelahiran seperti anaknya yang pertamanya disebabkan karena status pernikahan siri yang dilakukannya bersama DO.

SA merupakan istri keempat DO (54), pemilik usaha pencucian mobil tempat ditemukannya jasad bayi.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Regional
Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Regional
Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Regional
Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Regional
Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Regional
Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Regional
Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Regional
Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Regional
Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Regional
Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Regional
Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

Regional
Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Regional
Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X