Sehari, Komplotan di Yogya Ini Melakukan Aksi Pencurian hingga 5 Kali

Kompas.com - 18/07/2017, 16:16 WIB
Ketiga pelaku komplotan pencuri Ade (27) warga Godean, Sleman,  Swesty (30) warga Mlati, Sleman dan Aero (31) warga Jakarta, Timur saat berada di Polsek Godean, Sleman KOMPAS.com / Wijaya KusumaKetiga pelaku komplotan pencuri Ade (27) warga Godean, Sleman, Swesty (30) warga Mlati, Sleman dan Aero (31) warga Jakarta, Timur saat berada di Polsek Godean, Sleman
|
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Satu pria dan dua perempuan yang merupakan komplotan pencurian dengan modus congkel cendela berhasil di ringkus Reskrim Polsek Godean. Komplotan ini tergolong memiliki mobilitas cukup tinggi, dimana dalam satu hari dapat melakukan aksi pencurian hingga 3 sampai 5 kali.

"Kita berhasil menangkap tiga pelaku pencurian yang melakukan aksinya di berbagai wilayah. Mereka kita tangkap usai melakukan aksi pencurian," ujar Kapolsek Godean, Kompol C Supardi, Selasa (18/07/2017).

Tiga orang pelaku pencurian yang berhasil ditangkap yakni Ade (27) warga Godean, Sleman, Swesty (30) warga Mlati, Sleman, dan Aero (31) warga Jakarta, Timur. Ketiganya merupakan residivis. Bahkan Ade telah tiga kali keluar masuk penjara.

"Dari tiga pelaku, dua di antaranya perempuan. Mereka melakukan aksi saat penghuni rumah tidur lalu masuk dengan cara mencongkel cendela," ujarnya.

Baca juga: Aksi Pencurian Burung di Komplek Perumahan Terekam CCTV

Di tempat yang sama Kanit Reskrim Polsek Godean AKP Darban menjelaskan penangkapan ketiganya berawal dari keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian. Saksi menyampaikan ciri-ciri pelaku, satu laki-laki dan dua perempuan, mengendarai mobil dengan nomor polisi AB 7193 AU.

"Keterangan saksi di kembangkan dan melakukan penyelidikan, hingga ketiganya kita sergap usai melakukan pencurian. Mereka tidak bisa mengelak karena ada barang bukti," ucapnya.

Ia mengatakan, mobilitas ketiga pelaku cukup tinggi. Dalam satu hari mereka bisa melakukan aksi pencurian 3 sampai 5 kali. Target aksi pencurian ketiganya rata-rata tidak berjauhan dan sudah direncanakan sebelumnya.

Komplotan ini melakukan aksi pencurian di Godean, Sleman 5 lokasi, Gamping, Sleman 2 lokasi, Moyudan, Sleman 2 lokasi, Minggir, Sleman 2 lokasi, wilayah Kraton Kota Yogyakarta 2 lokasi, Kasihan, Bantul 8 lokasi dan di wilayah Sewon, Bantul 1 lokasi.

"Dari pengembangan mereka melakukan 22 aksi pencurian di wilayah Sleman, Kota dan Bantul. Terakhir kali tanggal 3 Juli itu di wilayah Ganjuran dan langsung berhasil kita tangkap," katanya.

Dari penyelidikan diketahui ketiga pelaku ini memiliki peran masing-masing. Tersangka Ade sebagai eksekutor, Swesty sebagai pengawas dan Aero sebagai driver.

"Cara menjual hasil barang curian mereka cukup cepat, yakni lewat online. Uangnya mereka gunakan untuk senang-senang, seperti minum-minuman keras dan karaoke," sebutnya.

Barang bukti yang diamankan dari para tersangka antara lain, satu unit mobil, dua sepeda motor, satu buah celurit, beberapa ponsel, tiga laptop, perhiasan, jam tangan, dan dua sangkar burung berukuran besar.

Akibat perbuatanya lanjutnya ketiga tersangka dijerat Pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan. Ancamam hukumannya 7 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Babi di Tapanuli Utara Mati Terserang Virus Hog Cholera

Puluhan Babi di Tapanuli Utara Mati Terserang Virus Hog Cholera

Regional
Wanita Tewas di Hotel Dibunuh karena Menolak Berhubungan Badan Lebih Lama

Wanita Tewas di Hotel Dibunuh karena Menolak Berhubungan Badan Lebih Lama

Regional
Siap-siap, Sebentar Lagi Semarang Akan Miliki Trem

Siap-siap, Sebentar Lagi Semarang Akan Miliki Trem

Regional
Wanita Tewas di Kamar Hotel Omega Ternyata Dibunuh Teman Kencan

Wanita Tewas di Kamar Hotel Omega Ternyata Dibunuh Teman Kencan

Regional
Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, bagi Pelanggar Akan Ditindak

Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, bagi Pelanggar Akan Ditindak

Regional
Cerita di Balik Siswa SMP Gantung Diri di Kupang, Tinggalkan Surat Wasiat hingga Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Cerita di Balik Siswa SMP Gantung Diri di Kupang, Tinggalkan Surat Wasiat hingga Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Regional
Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

Regional
Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Regional
Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Regional
Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Regional
Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Regional
Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Regional
RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

Regional
Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X