Aksi Pencurian Burung di Komplek Perumahan Terekam CCTV

Kompas.com - 13/07/2017, 22:14 WIB
Capture video CCTV aksi pencurian burung KOMPAS.com/Achmad FaizalCapture video CCTV aksi pencurian burung
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Aksi pencurian burung terekam kamera pengintai di Surabaya, Kamis (13/7/2017) pagi. Pencuri berjumlah 2 orang dan mengenakan helm.

Dalam rekaman CCTV, pemilik rumah warga Perumahan Kutisari Regency di Jalan Kutisari Selatan XV, nomor A7, Surabaya, itu ada dua pelaku yang beraksi. Satu orang menunggu di atas motor, satu lagi meloncat pagar dan mengambil kurungan burung.

Baca juga: Aksinya Terekam CCTV, Maling Spesialis Kotak Amal Masjid Ditangkap

Pelaku terlihat masih mengenakan helm berwarna hitam, mengenakan jaket dan membawa tas. Setelah mengambil kurungan berisi burung, pelaku langsung keluar dengan meloncat pagar.

Aksi itu diketahui tetangga depan rumah korban pada Kamis pagi hari, yang melihat ada kurungan dan tempat pakan burung yang tergeletak di depan rumah korban pencurian.

"Bu Ana yang melihat kurungan di depan rumah tergeletak, lalu lapor kepada saya," kata Eko Suyanto, tetangga korban.

Baca juga: Tak Ada CCTV, Mobil Lawan Arus di Tol Belum Bisa Diidentifikasi

Keluarga korban, kata dia, akan melaporkan ke polisi besok. Sebab, kepala keluarga pemilik rumah masih di luar kota.

"Ini perlu dilaporkan, bukan soal nilai barang yang dicuri, tapi soal keamanan lingkungan saja," jelasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

Regional
Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Regional
145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

Regional
'Jika Sekolah Ini Diliburkan, Kami Akan Memindahkan Anak Kami ke Sekolah Lain'

"Jika Sekolah Ini Diliburkan, Kami Akan Memindahkan Anak Kami ke Sekolah Lain"

Regional
7 Tahun Tak Lulus Kuliah, Mahasiswa Ini Diduga Nekat Gantung Diri, Ini Kata Polisi

7 Tahun Tak Lulus Kuliah, Mahasiswa Ini Diduga Nekat Gantung Diri, Ini Kata Polisi

Regional
Jam Malam pada Fase New Normal di Surabaya Resmi Diterapkan

Jam Malam pada Fase New Normal di Surabaya Resmi Diterapkan

Regional
2 Bulan Bekerja di Arab Saudi, Pekerja Indonesia Diduga Disiksa, Tangan Disetrika

2 Bulan Bekerja di Arab Saudi, Pekerja Indonesia Diduga Disiksa, Tangan Disetrika

Regional
'Kan Sudah Kita Kontrol, Kok Masih Dibilang Solo Zona Hitam?'

"Kan Sudah Kita Kontrol, Kok Masih Dibilang Solo Zona Hitam?"

Regional
Kisah Suparman Si 'Superman', 145 Kali Donasi Darah hingga Dapat Penghargaan dari SBY

Kisah Suparman Si "Superman", 145 Kali Donasi Darah hingga Dapat Penghargaan dari SBY

Regional
Putra Mantan Rais Aam PBNU Maju di Pilkada Jember

Putra Mantan Rais Aam PBNU Maju di Pilkada Jember

Regional
Orang Rimba Bertarung dengan Ular Sanca 3 Meter, Korban Tewas Dililit

Orang Rimba Bertarung dengan Ular Sanca 3 Meter, Korban Tewas Dililit

Regional
Suami Jual Istri dan Cowok Jual Pacar Usia Belasan di Jaringan Prostitusi Online Lintas Provinsi

Suami Jual Istri dan Cowok Jual Pacar Usia Belasan di Jaringan Prostitusi Online Lintas Provinsi

Regional
Kepala Bappeda Jatim Rudy Ermawan Meninggal karena Corona, Khofifah: Selamat Jalan Saudaraku

Kepala Bappeda Jatim Rudy Ermawan Meninggal karena Corona, Khofifah: Selamat Jalan Saudaraku

Regional
Ayah Hamili Anak karena Mirip Ibunya, Pacar Sempat Dituduh Pelakunya

Ayah Hamili Anak karena Mirip Ibunya, Pacar Sempat Dituduh Pelakunya

Regional
Fakta Ayah Hamili Anak Kandung, Berawal dari Laporan Masyarakat, Anak Mengaku Suka Sama Suka

Fakta Ayah Hamili Anak Kandung, Berawal dari Laporan Masyarakat, Anak Mengaku Suka Sama Suka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X