Polisi Nias Tangkap Calon Bandar Narkoba Asal Medan

Kompas.com - 11/07/2017, 20:25 WIB
Kapolres Nias AKBP Erwin Horja Sinaga bersama Wakapolres Nias Kompol Herwansyah Putra perlihatkan Barang Bukti 70 Butir Pil Ekstasi siap edar yang didapatkan dari S bandar ekstasi, saat ditangkap di salah satu hotel di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWAKapolres Nias AKBP Erwin Horja Sinaga bersama Wakapolres Nias Kompol Herwansyah Putra perlihatkan Barang Bukti 70 Butir Pil Ekstasi siap edar yang didapatkan dari S bandar ekstasi, saat ditangkap di salah satu hotel di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.
|
EditorFarid Assifa

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com – Satuan Narkoba Kepolisian Resor Nias, Sumatera Utara, menangkap terduga bandar ekstasi di salah satu hotel melati di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Selasa (11/7/2017).

Dalam penangkapan itu, petugas menyita barang bukti 70 pil ekstasi.

Kapolres Nias AKBP Erwin Horja Sinaga, di Mapolres Nias, Gunungsitoli, Selasa, menyebutkan, pelaku berinisial S alias Anto (41), warga Jalan BZ Hamid, Gang Seroja, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara.

Baca juga: Empat Pemuda Diringkus saat Pesta Narkoba di Ternate

Menurut Erwin, penangkapan bermula dari informasi dari masyarakat adanya sebuah paket yang dikiriman oleh tersangka sendiri dari Medan. Belakangan diketahui, paket tersebut berisi 70 pil ekstasi.

"Pengungkapan kasus ini sebagai pengembangan penyelidikan adanya peredaran narkoba jenis ekstasi di Kota Gunungsitol," jelas Erwin.

Sebanyak 70 butir pil ekstasi itu, kata Erwin, akan diedarkan di Kota Gunungsitoli seharga Rp 150.000 per butir. Diduga S merupakan bibit bandar besar yang akan beroperasi di Kota Gunungsitoli.

"Kami masih kembangkan terus, tapi kemungkinan besar S ini adalah bibit bandar yang akan berkembang di sini, dan itu akan kita bumi hanguskan," tandasnya.

Dia menjelaskan, 70 butir pil ekstasi itu dikirim ke Kota Gunungsitoli melalui jalur darat via ekspedisi untuk mengelabui petugas. Rutenya mulai dari Medan, Sibolga, hingga ke Kota Gunungsitoli.

"Tidak ada perlawanan saat kami tangkap. Tersangka ini dibawa ke Mapolres Nias untuk menjalani pemeriksaan. Ada kemungkinan nanti kita perdalam," tandasnya.

Baca juga: Gerebek Pesta Narkoba dalam Sel, Lapas Garut Amankan Tembakau Gorilla

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Nias, dan atas perbuatannya S akan dijerat Pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 dari UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan atau seumur hidup.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Regional
Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Regional
Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Regional
Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Regional
Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

Regional
Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

Regional
Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Regional
Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Regional
Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Regional
Khofifah: Siswa di Jatim Tetap Belajar di Rumah Meski Masuk Fase New Normal

Khofifah: Siswa di Jatim Tetap Belajar di Rumah Meski Masuk Fase New Normal

Regional
Pasutri di Sukabumi Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Anaknya

Pasutri di Sukabumi Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Anaknya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X