Dompet, Topi, hingga Notes Milik Korban Helikopter Basarnas Dikembalikan

Kompas.com - 05/07/2017, 10:02 WIB
Tim Basarnas sedang mengangkut serpihan-serpihan bangkai helikopter Basarnas dari titik lokasi kecelakaan di perbukitan Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Selasa (4/7/2017). KOMPAS.com/Ika FitrianaTim Basarnas sedang mengangkut serpihan-serpihan bangkai helikopter Basarnas dari titik lokasi kecelakaan di perbukitan Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Selasa (4/7/2017).
|
EditorCaroline Damanik

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Polres Temanggung, Jawa Tengah, menyerahkan dokumen dan benda-benda pribadi milik korban helikopter kepada Basarnas. Benda-benda itu ditemukan saat Polisi dan TNI melakukan evakuasi jenazah korban.

Benda-benda yang dimaksud antara lain dompet, topi, buku catatan, uang dan sejumlah dokumen terkait penerbangan.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakil Kepala Polres Temanggung Kompol Dex Emmanuelle kepada Direktur Operasi dan Latihan Basarnas, Brigjend TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus.

"Benda-benda ini saat kami dan TNI melakukan evakuasi korban. Benda-benda pribadi merupakan milik ahli waris," kata Dex, Selasa (4/7/2017).

Di samping itu, beberapa benda-benda dan dokumen tersebut juga diperlukan untuk keperluan investigasi yang sedang dilakukan tim gabungan Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

(Baca juga: Detik-detik Terakhir Helikopter Basarnas, Warga Lihat Penumpang Lambaikan Tangan)

Direktur Operasi dan Latihan Basarnas, Brigjend TNI (Mar) Ivan Ahmad Riski Titus, menyampaikan terimakasih kepada aparat yang telah mengumpulkan lalu menyerahkan benda tersebut.

Benda-benda itu akan dipilah mana yang merupakan harta milik pribadi korban dan yang merupakan milik Basarnas. Benda milik korban akan dikembalikan pada ahli waris sedangkan dokumen penerbangan akan diteliti untuk mendukung proses invetigasi penyebab kecelakaan.

"Kami akan pilah dulu. Kalau milik korban akan diserahkan ahli waris, sedangkan dokumen penerbangan akan diteliti oleh tim," katanya.

(Baca juga: Ini Kronologi Jatuhnya Helikopter Basarnas di Temanggung)

Sebelumnya diberitakan, helikopter milik Basarnas jenis Dauphin jatuh setelah menabrak tebing Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Minggu (2/7/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.

Helikopter yang dikemudikan oleh Kapten Laut (P) Haryanto itu dalam perjalanan menuju lokasi musibah kawah Sileri, Dieng, Banjarnegara. Delapan orang yang meninggal terdiri dari empat personel Basarnas Jawa Tengah dan empat kru helikopter.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X