Sopir Taksi "Online": Saya Sudah Teriak-teriak, Pak Jangan Masuk

Kompas.com - 20/06/2017, 10:34 WIB
Seorang sopir taksi online dihukum buka baju setelah diketahui beroperasi di Bandara Adisucipto Yogyakarta YouTubeSeorang sopir taksi online dihukum buka baju setelah diketahui beroperasi di Bandara Adisucipto Yogyakarta
|
EditorReni Susanti

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sopir taksi online yang menjadi korban perlakuan tidak mengenakan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, F, mengaku tidak bermaksud menaikkan penumpang di zona terlarang, Bandara Adisutjipto. 

F juga tidak berusaha melarikan diri. Ia mencoba menghindari penumpang agar tidak naik di bandara sesuai dengan ketentuan.

"Saya dapat penumpang untuk diantar ke terminal B bandara. Ketika hendak keluar, saat itu macet sekali, sehingga diarahkan petugas ke kiri," ujar F saat ditemui Kompas.com, Senin (19/06/2017) malam.

Dalam kondisi macet itu, di aplikasi muncul pemberitahuan kalau ada penumpang.


Melihat ada yang memesan, F lantas mencoba menghubungi untuk menyampaikan agar customer menunggu di luar, menjauh dari bandara. Sebab peraturannya tidak boleh menaikkan penumpang di bandara. 

"Tetapi ketika proses menelpon, orangnya mungkin melihat di aplikasi mobilnya seperti apa dan plat nomornya. Kebetulan saya kena macet dan melihat mobilnya sama dengan diaplikasi, customer itu langsung membuka pintu," ucapnya.

(Baca juga: Ini Alasan Sopir Taksi Online Ambil Penumpang di Bandara Adisutjipto)

Saat penumpang membuka pintu mobil, F sempat berusaha mencegah agar customer tidak masuk ke mobil. Penumpang diminta berjalan kaki keluar bandara terlebih dulu.

"Saya sudah teriak-teriak. Pak jangan masuk, ini zona merah. Saya tidak melarikan diri, kalau melarikan diri ya jelas tidak bisa kondisi macet. Saya hanya berusaha agar menjauh dari customer, karena zona merah," tegasnya.

Dalam waktu singkat, sudah ada banyak orang yang mengerubungi mobilnya dan bahkan sampai masuk ke dalam. Mereka meminta agar dirinya keluar dari mobil. Dalam kondisi kaget dan takut, F berusaha tetap berada di dalam mobil.

"Mereka masuk kedalam mobil dan saya dipaksa keluar. Satu orang datang langsung memiting membawa ke kedatangan, sambil meneriaki saya pencuri. Saya bilang pak, biasa aja, saya mencuri apa," tuturnya.

Ia menjelaskan, di terminal kedatangan, dirinya disuruh duduk di kursi. Penumpang pun mencoba memberikan penjelasan bahwa F tidak salah. Melainkan dirinyalah yang langsung masuk ke dalam mobil.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X