Sekolah 5 Hari di Purwakarta Tak Ganggu Pelajaran di Madrasah Diniyah

Kompas.com - 19/06/2017, 19:28 WIB
Suasana sekolah di Kabupaten Purwakarta KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASuasana sekolah di Kabupaten Purwakarta
|
EditorFarid Assifa

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berencana memberlakukan kebijakan lima hari sekolah. Namun kebijakan itu kemudian dibatalkan oleh Presiden Joko Widodo.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, kebijakan sekolah lima hari dalam sepekan telah diberlakukan di Purwakarta sejak beberapa tahun lalu. Meski lima hari di sekolah, pola pendidikan berbasis karakter tersebut memiliki makna pendidikan selama seminggu penuh.

"Tujuh hari memiliki tema pendidikan berbeda, berbasis karakter wilayah. Hari Senin Ajeg Nusantara, Selasa Mapag Buana, Rabu Maneuh di Sunda, Kamis Nyanding Wawangi, Jumat Nyucikeun Diri dan Sabtu, Minggu Betah di Imah," terang Dedi, Senin (19/6/2017). 

Baca juga: Jokowi Batalkan Program Sekolah 8 Jam Sehari

Ketujuh tema pendidikan bagi pelajar Purwakarta itu adalah setiap Senin, siswa difokuskan mempelajari tentang nasionalisme kebangsaan. Selasa fokus pada sejarah dunia dan Rabu bertema pendidikan kesundaan dan kearifan lokal.

Lalu Kamis, para siswa diajarkan tentang cara berkreativitas, dan Jumat para siswa mendalami kehidupan religius mereka masing-masing. Sementara Sabtu dan Minggu mereka menjalani pendidikan di rumah oleh para orangtuanya masing-masing.

“Kita mah gak ada problem, kebijakan sekolah lima hari sudah lama diterapkan di Purwakarta,” tambah dia.

Tak ganggu diniyah

Agar para pelajar tetap pulang ke rumah masing-masing siang hari dan bisa mengikuti sekolah agama di madrasah diniyah, jam masuk sekolah di Purwakarta lebih awal, yakni setiap pukul 06.00 WIB. Tujuan masuk sekolah lebih awal adalah untuk mendidik para pelajar agar bangun pagi dan tepat waktu datang ke sekolah.

“Tidak ada benturan antara aspek formal di sekolah dengan aspek kultur masyarakat. Kita siasati masuk sekolahnya jam enam pagi,” ujarnya.

Baca juga: "Kebijakan Sekolah 5 Hari Tidak Cocok di Pedesaan"

Dedi menilai, rencana konversi pendidikan madrasah diniyah ke pendidikan agama di sekolah formal oleh Mendikbud, akan mengalami kesulitan. Soalnya, pemberlakuan jam belajar selama delapan jam sehari akan membuat para pelajar kelelahan dan stres saat pulang ke rumah. Akibatnya, mereka tidak sempat mengikuti pelajaran agama di madrasah.

“Di Purwakarta malah seminggu bisa sampai 15 jam pelajaran agama. Semuanya lebih kepada penerapan aplikatif, seperti baca tulis Al Quran dan mendalami kitab kuning yang dilaksanakan sebelum siswa mempelajari pelajaran dalam kurikulum setiap harinya. Sedangkan untuk pelajar non muslim sama disediakan materi agama beserta gurunya sesuai dengan kepercayaannya masing-masing," pungkas Dedi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diupah Rp 500.000 untuk Buang Bangkai Babi, Sinar Hari Ditangkap Polisi

Diupah Rp 500.000 untuk Buang Bangkai Babi, Sinar Hari Ditangkap Polisi

Regional
Ketahuan Berbuat Mesum, Sepasang Remaja Nyaris Dihakimi Massa

Ketahuan Berbuat Mesum, Sepasang Remaja Nyaris Dihakimi Massa

Regional
Ridwan Kamin Sebut Terowongan Nanjung Akan Mulai Dapat Digunakan Januari 2020

Ridwan Kamin Sebut Terowongan Nanjung Akan Mulai Dapat Digunakan Januari 2020

Regional
Polisi Hentikan Penyidikan Dugaan Penggelapan Solar oleh Supir Tangki BBM

Polisi Hentikan Penyidikan Dugaan Penggelapan Solar oleh Supir Tangki BBM

Regional
Polisi Buru Pelaku Pelempar Sperma ke Perempuan di Tasikmalaya

Polisi Buru Pelaku Pelempar Sperma ke Perempuan di Tasikmalaya

Regional
Stadion Palaran Kaltim Tak Terurus, Menpora Janji Beri Dukungan

Stadion Palaran Kaltim Tak Terurus, Menpora Janji Beri Dukungan

Regional
Kota Batu Dilanda Angin Kencang, Akses Jalan dan Sejumlah Lokasi Wisata Ditutup

Kota Batu Dilanda Angin Kencang, Akses Jalan dan Sejumlah Lokasi Wisata Ditutup

Regional
Ridwan Kamil Ajak Ulama Kabupaten Bandung Barat Ikut Berdakwah di “English for Ulama” 2020

Ridwan Kamil Ajak Ulama Kabupaten Bandung Barat Ikut Berdakwah di “English for Ulama” 2020

Regional
Sudah 3 Hari Seorang Nenek Hilang, Personel SAR Sisir Hutan Wonosadi

Sudah 3 Hari Seorang Nenek Hilang, Personel SAR Sisir Hutan Wonosadi

Regional
Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Regional
Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi Kolom 1.000 Meter

Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi Kolom 1.000 Meter

Regional
Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Regional
Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Regional
Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Regional
Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X