Guru dan Siswa Diniyah Demo Tolak Program Sekolah Lima Hari

Kompas.com - 14/06/2017, 13:53 WIB
Ratusan siswa  dan guru Madrasah Diniyah (Madin) di Kabupaten Pasuruan menggelar aksi penolakan sekolah lima hari dengan doa bersama di Kantor DPRD Kab. Pasuruan KOMPAS.com/Moh.AnasRatusan siswa dan guru Madrasah Diniyah (Madin) di Kabupaten Pasuruan menggelar aksi penolakan sekolah lima hari dengan doa bersama di Kantor DPRD Kab. Pasuruan
|
EditorFarid Assifa

PASURUAN, KOMPAS.com - Sebanyak lima ratus siswa madrasah diniyah (madin) dan guru menggelar unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (14/6/2017).

Mereka menolak program Menteri Pendidikan tentang sekolah lima hari karena menggangu jadwal madin.

Selain itu, program mendiknas tersebut akan menghabisi profesi guru madrasah yang selama ini mengabdi dalam membentuk karakter siswa.

Baca juga: "Pembuat Kebijakan Sekolah Lima Hari Coba Sesekali Turun ke Bawah..."

Dengan mengendarai kendaraan bak terbuka dan motor, para siswa dan guru diniyah memadati kantor DPRD Kabupaten Pasuruan di Jalan Raya Raci Bangil. Mereka kemudian menggelar orasi dan doa bersama.

Aksi penolakan itu langsung dipimpin Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif (LPM) Pasuruan, KH Mujib Imron.

Mujib menyatakan, program 8 jam belajar di sekolah atau sekolah lima hari dapat mematikan eksistensi madrasah diniyah yang berada di pondok pesantren. Selain itu, kebijakan itu bisa memotong ruang interaksi bagi siswa dengan lingkungannya.

"Seperti diketahui, di pesantren atau di kampung-kampung, pendidikan madrasah diniyah sudah berjalan bertahun-tahun. Kalau kemudian Mendiknas memberlakukan full day school selama 8 jam dan lima hari dalam sepekan, maka akan terpotong jam di madrasahnya," terang KH Abdul Mujib Imron.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan yang menemui massa memberikan dukungan atas penolakan sekolah lima hari tersebut. Karena di Kabupaten Pasuruan, pendidikan madin sudah menjadi program yang dilaksanakan tahun palajaran 2016-2107. Program diniyah ini mendapat respons positif dari masyarakat karena sangat bermanfaat.

"Yang jelas adanya program Mendiknas tahun ini dapat mengganggu program wajib madin di Pasuruan," tegasnya.

Baca juga: Kepala Disdik Kendal Tolak Kebijakan 8 Jam Belajar

Dari catatan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, sekitar 122.726 lebih pelajar tingkat SD dan SMP sudah melaksanakan wajib madin. Rinciannya, 118.036 pelajar SD atau tingkat dasar (Ula) dan 4.692 pelajar SMP atau tingkat menengah (Wustho). Para siswa madin ini belajar di 1.439 lembaga yang tersebar di 24 kecamatan.

"Kalau kemudian benar-benar direalisasikan, maka ribuan lembaga pendidikan madin di Pasuruan terancam bubar karena jam siswa terpotong di sekolah formal. Dengan alasan ini nanti akan disampaikan secara tertulis kepada Mendiknas atas keberatan para ulama, guru dan santri (siswa madin, red)," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tujuh Remaja Pemabuk Perkosa Dua Siswi SMP

Tujuh Remaja Pemabuk Perkosa Dua Siswi SMP

Regional
Sekeluarga Pengemis Tertabrak Mobil Saat Duduk di Pinggir Jalan, Satu Meninggal

Sekeluarga Pengemis Tertabrak Mobil Saat Duduk di Pinggir Jalan, Satu Meninggal

Regional
Ini Nomor Urut Pasangan Calon di Pilkada Serentak Jabar 2020

Ini Nomor Urut Pasangan Calon di Pilkada Serentak Jabar 2020

Regional
Bupati Bireuen Positif Corona, Isolasi Mandiri di Rumah

Bupati Bireuen Positif Corona, Isolasi Mandiri di Rumah

Regional
Kronologi Ditemukannya Mayat Sekretaris yang Hamil di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit, Tubuh Penuh Luka

Kronologi Ditemukannya Mayat Sekretaris yang Hamil di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit, Tubuh Penuh Luka

Regional
7 Pegawai PN Karawang Terdiri dari Staf dan Hakim Positif Corona

7 Pegawai PN Karawang Terdiri dari Staf dan Hakim Positif Corona

Regional
Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Regional
Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Regional
Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Regional
Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Regional
'Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi'

"Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi"

Regional
Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Regional
'Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa'

"Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa"

Regional
Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Regional
Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X