Ridwan Kamil: Bandung Bakal Punya Rumah Sakit Khusus Warga Tak Mampu

Kompas.com - 13/06/2017, 19:00 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Senin (5/6/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Senin (5/6/2017).
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bandung bakal membangun rumah sakit modern yang khusus melayani masyarakat kurang mampu. Rumah sakit itu akan diberi nama Mayapada Hospital Bandung.

Sesuai namanya, rumah sakit itu akan menggunakan bangunan bekas Bank Mayapada di Jalan Sudirman, Kota Bandung. Mayapada Grup pula yang berpihak sebagai investor.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, ide pembangunan rumah sakit khusus warga tidak mampu itu berawal ketika komplain pelayanan kesehatan peserta BPJS dari kalangan kurang mampu kian sering terdengar.

Setelah menjalin komunikasi, Ridwan sukses meyakinkan bos Mayapada, Tahir, untuk berinvestasi di Bandung dengan membangun rumah sakit di gedung milik Mayapada Grup.

"Alhamdulilah ada satu Pak Tahir, adalah filantropi Indonesia, punya gedung Mayapada yang belasan tahun nganggur karena membuat perkantoran di jalan itu kurang pas sebenarnya secara ekonomi itu mah daerah dagang. Kemudian bersepakat dijadikan rumah sakit," ucap Ridwan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Selasa (13/6/2017).

(Baca juga: Tak Ada Ambulans, Seorang Ibu Ditandu Sejauh 9 Km ke Rumah Sakit)

Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Emil itu meminta agar rumah sakit itu memprioritaskan masyarakat kurang mampu karena di Bandung sudah banyak rumah sakit bagi warga kelas menengah atas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Cuma jangan (kelas) menengah atas lagi itu mah sudah ter-cover oleh rumah sakit di Kota Bandung. Yang dibutuhkan menengah ke bawah, jadi bersepakat akan mengkonversi dan mengetes lima tahun pertama untuk masyarakat menengah ke bawah difasilitasi BPJS kalau ornag miskin tetap difasilitasi dari pemerintah," ungkapnya.

Pihak Mayapada, lanjut Emil, meminta waktu sembilan bulan untuk merenovasi gedung itu. Jika tak ada halangan, rumah sakit itu bisa dioperasikan pada Juli 2018.

"Tentu prioritas untuk warga Bandung, tapi (warga) di luar boleh-boleh saja, sesama manusia kan. Mereka bilang beri waktu 9 bulan untuk merenovasi kantor yang blang blong kosong untuk menjadi ruang rawat inap, emergency, klinik, dan lain sebagainya. Janji Juni atau Juli 2018 bisa dimanfaatkan. Namanya Mayapada Hospital Bandung," tutur Emil. 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X