Kompas.com - 30/05/2017, 09:37 WIB
Seorang polisi Muslim sedang menunaikan ibadah shalat di dalam sebuah bangunan yang memiliki jejak tembakan di Kota Marawi, Filipina, Senin (29/5/2017).  AFP/TED ALJIBESeorang polisi Muslim sedang menunaikan ibadah shalat di dalam sebuah bangunan yang memiliki jejak tembakan di Kota Marawi, Filipina, Senin (29/5/2017).
EditorReni Susanti

TASIKMLAYA, KOMPAS.com - Kantor Imigrasi Kelas II Tasikmalaya, Jawa Barat, menyatakan dua warga negara Indonesia yang berada di Marawi, Filipina, resmi memiliki paspor dengan permohonan izin untuk umrah dan wisata.

Kepala Seksi Informasi dan Sarana Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas II Tasikmalaya, Idha Ismawati mengatakan, dua WNI yang memperoleh paspor dari Kantor Imigrasi Tasikmalaya yakni bernama Ahmad Saran dan Wawan Sadira.

Kedua adik kakak itu, sambung Idha, mendapatkan paspor dengan penerbitan waktu yang berbeda. Untuk Ahmad diterbitkan 1 April 2015 sedangkan paspor Wawan terbit 22 Mei 2015.

"Kalau Ahmad ketika kami wawancara mengakunya membuat paspor untuk keperluan umrah, dan Wawan untuk keperluan wisata," katanya.

(Baca juga: Kemenlu Telusuri Informasi 1 WNI Tewas di Marawi)

Ia mengungkapkan, permohonan izin paspor yang diterbitkan dari Kantor Imigrasi Tasikmalaya itu awal tujuan negaranya bukan ke Filipina melainkan ke Malaysia.

Terkait identitas keduanya, sudah dikoordinasikan dengan pihak keamanan terkait, termasuk kepolisian sudah mengonfirmasi kebenaran penerbitan paspornya.

"Sudah ada dari kepolisian yang meminta konfirmasi kebenaran diterbitkannya paspor mereka," ucapnya.

Ia menyampaikan, kedua WNI yang dilaporkan berada di Marawi telah memenuhi berbagai persyaratan untuk mendapatkan paspor dari Kantor Imigrasi.

"Dipastikan keberangkatan mereka izinnya legal karena syaratnya semua dilengkapi," katanya.

(Baca juga: Kemenlu: 10 WNI di Kota Marawi Bukan Anggota Kelompok Maute)

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa di Marawi saat ini ada 10 WNI jamaah Tabligh asal Bandung dan Jakarta yang sedang melakukan Khuruj (meninggalkan rumah untuk ibadah dan dakwah di masjid selama 40 hari).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.