Ini Cara Ganjar Atasi Masalah Kemiskinan di Jateng

Kompas.com - 22/05/2017, 20:11 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek Jembatan Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Selasa (16/5/2017). Tribun Jateng/Dini SuciatiningrumGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek Jembatan Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Selasa (16/5/2017).
|
EditorReni Susanti

SEMARANG, KOMPAS.com - Kemiskinan di wilayah Jawa Tengah, terutama di 15 kabupaten dan kota tergolong masih tinggi. Hal itu diakui oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Di depan para kepala daerah terpilih, Ganjar mengungkapkan sulitnya mengatasi masalah kemiskinan. Saat ini, angka kemiskinan di Jateng mencapai 13,9 persen lebih tinggi dari angka nasional.

"Entah salah taktik, salah rumus, atau salah pengambilan kebijakan mengapa kebijakan penanggulangan kemiskinan itu kok tergopoh-gopoh," kata Ganjar, di sela melantik empat kepala daerah di kompleks gubernur Jateng, Senin (22/5/2017).

Ganjar mengatakan, angka penanggulangan kemiskinan memang menurun, namun tidak secara signifikan. Kesulitan terbesar, sambung dia, data kemiskinan sulit dieksekusi di lapangan.

"Data kemiskinan tidak mudah dieksekusi. Lalu saya bertanya, apa kebijakan penganggaran, pelaksana apakah cukup tepat? Lalu anggaran dari negara apa cukup menyelesaikan kemiskinan. Hipotesis saya tidak cukup," ujarnya.

(Baca juga: Ganjar Sebut Angka Kemiskinan di Jateng Turun, tetapi Lambat)

Karena itu, masalah kemiskinan harus dilakukan secara bersama-sama. Penanganan kemiskinan juga pelru melibatkan pihak ketiga, perusahaan, serta instansi lainnya.

"Maka saya tadi ke Ambarawa tadi upacara dorong menggunakan dana CSR membangun rumah tidak layak huni, tadi prioritas pejuang veteran," imbuhnya.

Untuk mengatasi kemiskinan, Ganjar mengusulkan agar dilakukan arisan kebijakan. Lantas bagaimana caranya?

"Temen kabupaten kota fokus saja pada kondisi daerah miskin. Data sudah ada, ada 15 daerah yang butuh perhatian. Kota relatif menengah dan agak aman," tuturnya.

(Baca juga: Marwan Jafar Sebut Ganjar Hanya Pencitraan Atasi Kemiskinan di Jateng)

 

Sementara bagi daerah kabupaten, pola arisan kebijakan dilakukan dengan menggandeng para kepala desa, karena kades yang tahu siapa warganya yang miskin.

"Ini push betul, data kemiskinan sudah diberikan. Saya ingin bupati coba komunikasi dengan kades, mereka tahu warganya paling miskin, tingggal dibandingkan dengan data dari Kemensos untuk mengukur," ucapnya.

Empat kepala daerah terpilih yang dilantik juga diberi tugas mengatasi soal kemiskinan. Empat kepala daerah yang dilantik yaitu Kabupaten Jepara, Kota Salatiga, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Banjarnegara. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Regional
Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Regional
15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

Regional
Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Regional
Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Regional
Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Regional
Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Regional
Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Regional
Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Regional
Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Regional
25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

Regional
Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Regional
Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Regional
Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Regional
Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X