Gelapkan 1,2 Ton BBM Milik Perusahaan, 2 Karyawan Dibekuk Polisi - Kompas.com

Gelapkan 1,2 Ton BBM Milik Perusahaan, 2 Karyawan Dibekuk Polisi

Kompas.com - 17/05/2017, 13:07 WIB
KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA Kedua pelaku penggelapan 1,2 ton BBM jenis solar milik perusahaan tempat mereka bekerja menjalani pemeriksaan di Mapolsek Indralaya.

INDRALAYA, KOMPAS.com - Dua pelaku penggelapan bahan bakar minyak ( BBM) jenis solar milik PT Cakra Indo Pratama (CIP) rekanan dari PT Sumatera Prima Fireboard (PT SPF), di Desa Palemraya Indralaya Utara Ogan Ilir, Sumatera Selatan diamankan polisi. 

Mereka adalah Heriyanto, sopir truk tangki PT Petro Artha warga Palembang, dan Indra Budi karyawan PT CIP. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu truk tangki berisi 1,2 ton solar yang hendak digelapkan lengkap dengan nota serah terima palsu.

Kapolsek Indralaya AKP Muhammad Ihsan mengatakan, penangkapan berawal dari laporan Manajer Umum PT CIP, J Simanjuntak. 

(Baca juga: Kasus Penggelapan CPO, Jaksa Siapkan Saksi untuk Jerat Terdakwa)

Saat itu, sambung Ihsan, pelaku Heriyanto mendapat tugas mengirimkan BBM berjenis solar sebanyak 5 ton pesanan PT CIP ke pemasok dari PT Petronas Palembang ke lokasi pekerjaan di Indralaya Ogan Ilir.

Sesampainya di PT SPF, Heriyanto bekerja sama dengan Indra Budi tidak menurunkan semua BBM. Mereka menyisakan 1,2 ton solar di dalam tangki untuk dijual sendiri. Namun di nota penerimaan yang sudah dipalsukan, tertulis 5 ton sesuai pesanan.

Perusahaan yang mengetahui kecurangan ini langsung melapor ke Polsek Indralaya dan menangkap keduanya.

“Modus pelaku terbilang rapi. Sebab dari pengakuan Indra Budi, aksi ini sudah berlangsung 6 bulan dan baru tercium sekarang. Saat ini kasus tersebut tengah didalami apakah ada keterlibatan pihak lain yang menjadi bagian dari sindikat atau hanya mereka berdua,” ucapnya, Rabu (17/5/2017).

(Baca juga: Cari Korban di Facebook, Pelaku Penggelapan Motor Ditangkap di Sukabumi)

Ihsan menjelaskan, akibat perbuatan tersangka, PT CIP mengalami kerugian jutaan rupiah. Mereka terancam pasal 374 dan 263 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara. 

Heriyanto, mengaku baru menjalankan aksinya dua kali. Uang yang diperoleh dari aksinya digunakan untuk kebutuhan keluarganya.

“Baru dua kali saya melakukan aksi ini pak, uangnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, saya siap menerima risikonya,” tutur ayah dari dua anak ini.

Kompas TV Kakek Digugat Menantu Terkait Penipuan


Komentar

Terkini Lainnya

Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara 'Untukmu Indonesia' di Monas

Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara "Untukmu Indonesia" di Monas

Megapolitan
Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

Regional
Senyum Kim dan Moon saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Senyum Kim dan Moon saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

Internasional
12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

Megapolitan
Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

Nasional
Dilarang Disparbud, Panitia 'Untukmu Indonesia' Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Dilarang Disparbud, Panitia "Untukmu Indonesia" Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

Megapolitan
Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

Nasional
Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

Megapolitan
Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

Megapolitan
Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

Nasional
Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Ganjaran Vonis Mati untuk 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu...

Megapolitan
Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Moon kepada Kim Jong Un: Saya Senang Bertemu Anda

Internasional
Usung Tema 'Enlightenment', Art Jog 2018 Berkembang Jadi Pergelaran Seni Visual

Usung Tema "Enlightenment", Art Jog 2018 Berkembang Jadi Pergelaran Seni Visual

Regional
Polri Tak Lagi Berwenang Awasi TKA sejak Muncul Aturan Baru soal Keimigrasian

Polri Tak Lagi Berwenang Awasi TKA sejak Muncul Aturan Baru soal Keimigrasian

Nasional
Gedung Putih Rilis Foto Pompeo Berjabat Tangan dengan Kim Jong Un

Gedung Putih Rilis Foto Pompeo Berjabat Tangan dengan Kim Jong Un

Internasional

Close Ads X