Sidang Vonis Kasus Pembunuhan Siswa SMA Taruna Tanpa Dihadiri Terdakwa

Kompas.com - 05/05/2017, 18:05 WIB
Seorang polisi menjaga area masuk ruang sidang kasus pembunuhan siswa SMA Taruna Nusantara di Pengadilan Negeri Mungkid Magelang, Selasa (25/4/2017). KOMPAS.com/Ika FitrianaSeorang polisi menjaga area masuk ruang sidang kasus pembunuhan siswa SMA Taruna Nusantara di Pengadilan Negeri Mungkid Magelang, Selasa (25/4/2017).
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com - Sidang vonis kasus pembunuhan Kresna Wahyu Nurachmad (15), siswa SMA Taruna Nusantara, di Pengadilan Negeri (PN) Mungkid Magelang, tanpa dihadiri terdakwa AMR (16).

AMR sempat hadir di PN Mungkid dengan pengawalan sangat ketat oleh aparat keamanan. Remaja laki-laki itu mengenakan jaket warna cerah, penutup kepala, masker penutup wajah dan kacamata hitam.

Baca juga: Pembunuh Siswa SMA Taruna Nusantara Divonis 9 Tahun Penjara

Dia juga sempat masuk ke ruang sidang anak didampingi penasihat hukum, keluarga dan pendamping dari lembaga perlindungan anak. Namun hanya sekitar 10 menit berada di ruang sidang, dia keluar lagi dan pergi meninggalkan PN Mungkid menumpang mobil.

Eko Supriyanto, juru bicara PN Mungkid Magelang, mengatakan, terdakwa memang sempat hadir dan masuk ke ruang sidang. Tapi setelah majelis hakim menyatakan sidang terbuka untuk umum, pihak terdakwa memohon agar AMR tidak perlu dihadirkan dan hanya diwakilkan oleh para penasihat hukumnya.

“Atas permintaan dari Bapas (Balai Pemasyarakatan), penasihat hukum anak, anak dan orangtuanya, supaya anak (terdakwa) tidak hadir dalam persidangan saat pembacaan putusan. Hal itu dimungkinkan dalam sistem peradilan pidana anak bisa dan atas permohonan itu, majelis hakim mengabulkannya,” kata Eko, di sela-sela sidang, Jumat (5/5/2017).

Selanjutnya terdakwa dibawa kembali menuju Lapas Anak di Kota Magelang. Sidang kemudian hanya dihadiri penasihat hukum terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta pihak SMA Taruna Nusantara, kepolisian, keluarga terdakwa dan beberapa media.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Aris Gunawan, didampingi hakim anggota Meilina Cristina Mulyaningrum dan David Darmawan, menjatuhkan vonis hukuman 9 tahun penjara kepada terdakwa.

"Sesuai fakta persidangan, anak (terdakwa) terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana berencana. Dengan demikian diputuskan vonis 9 tahun penjara, dipotong masa di tahanan sejak diputuskan sebagai tersangka," kata Aris.

Baca juga: Vonis Kasus Pembunuhan Siswa SMA Taruna Nusantara, Sidang Dijaga Ketat

Vonis ini lebih rendah satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 10 tahun penjara. Terdakwa juga dibebankan biaya persidangan Rp 5.000.

Seperti diketahui, AMR siswa kelas X SMA Taruna Nusantara mengabisi nyawa teman sebaraknya, Kresna Wahyu Nurachmad di Graha 17 kamar 2b, Jumat (31/3/2017) lalu. AMR menusuk korban menggunakan pisau dapur pada bagian leher hingga kehabisan darah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X