Seorang Dosen dan PNS di Kendari Edarkan Uang Palsu Dollar AS

Kompas.com - 05/05/2017, 17:53 WIB
2899 lembar uang palsu Dollar Amerika berhasil disita dari penumpang Bandara Haluoleo Kendari. (KOMPAS.COM/ KIKI ANDI PATI) KOMPAS.COM/ KIKI ANDI PATI2899 lembar uang palsu Dollar Amerika berhasil disita dari penumpang Bandara Haluoleo Kendari. (KOMPAS.COM/ KIKI ANDI PATI)
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com - Petugas Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu (upal) mata uang dollar Amerika.

Kejadian itu berawal saat seorang pria berinisial ST bin Abu (51), warga Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), hendak berangkat ke Jakarta menumpang pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6725.

Baca juga: Uang Palsu Dipakai untuk Beli Sembako, Pedagang Resah

Petugas bandara mencurigai tas milik tersangka ketika melewati pintu pemeriksaan mesin X-Ray. Kemudian petugas membuka tas tersebut dan menemukan uang pecahan 100 dollar Amerika sebanyak 2.899 lembar. Jika dikonversi ke rupiah maka nilainya mencapai Rp 4 miliar.


"Kejadiannya kemarin sekitar pukul 17.15 Wita, seorang penumpang atas nama S membawa tas jinjing, begitu memasuki security check point, petugas kami melihat barang mencurigai namun penumpang menjawab bahwa isinya baju. Kemudian petugas memeriksa secara manual dan didapat adanya uang dollar, dan pelaku dibawa ke pos dan kebetulan di bandara ada alat deteksi uang, kami koordinasi dengan pihak polda," jelas Rudi Ricardo, kepala Bandara Haluoleo Kendari di Mapolda Sultra, Jumat (5/5/2017).

Di tempat yang sama, Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sultra, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Wira Satya Triputra, menjelaskan, pihaknya melakukan pengembangan dan menemukan bahwa uang palsu itu merupakan milik tersangka PG bin Bodi (48), seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV.

"PG berada di bandara untuk mengantar tersangka ST. Jadi uang palsu itu rencananya akan dijual di Jakarta," kata Wira.

Keduanya lalu digiring ke Polda Sultra untuk dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan keterangan dua orang tersangka, uang palsu itu mereka peroleh dari SH, seorang dosen di salah satu perguruan tinggi di Kendari.

"SH menyerahkan uang palsu pecahan 100 dollar kepada dua tersangka di kantor lembaga usaha di Kecamatan Poasia, selanjutnya mengantar mereka ke Bandara Haluoleo dengan menggunakan mobil milik SH," terangnya.

Selanjutnya, petugas kepolisian melakukan penangkapan dan pengeledahan di rumah tersangka ST di Kecamatan Poasia, Kendari. Di lokasi itu, polisi menemukan barang bukti uang pecahan dollar 100 sebanyak 88 lembar.

"Satu lembar pecahan 50 dollar, 1 lembar pecahan 20 dollar, 11 lembar uang pecahan Rp 100.000, 101 lembar uang mainan pecahan 100.000, dua buah alat deteksi uang dan satu buah HP," tukas Wira.

Baca juga: Polisi Temukan Belasan Juta Uang Palsu di Dalam Sumur

Pihaknya, lanjut Wira, masih melakukan penyelidikan terkait pencetakan uang palsu itu, termasuk jika masih ada tersangka lain dalam perkara ini.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka itu dijerat pasal 244 KUHP 255 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda Rp 10 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rem Blong, Bus yang Angkut Rombongan Siswa SMA di Sumbar Tabrakan Beruntun

Rem Blong, Bus yang Angkut Rombongan Siswa SMA di Sumbar Tabrakan Beruntun

Regional
Puluhan Rumah di Sukabumi Rusak Diterjang Angin Kencang

Puluhan Rumah di Sukabumi Rusak Diterjang Angin Kencang

Regional
Otak Tahanan Narkoba Polresta Malang yang Kabur Ditangkap di Kediri

Otak Tahanan Narkoba Polresta Malang yang Kabur Ditangkap di Kediri

Regional
Kasus TNI Bacok Polisi, Kapolres Pamekasan: Sama-sama Tidak Sedang Bertugas

Kasus TNI Bacok Polisi, Kapolres Pamekasan: Sama-sama Tidak Sedang Bertugas

Regional
Siap-siap, Bandara Soekarno-Hatta II Dibangun di Karawang 2028, Luasnya 3.000 Hektar

Siap-siap, Bandara Soekarno-Hatta II Dibangun di Karawang 2028, Luasnya 3.000 Hektar

Regional
Kamis, Gibran Daftar Calon Wali Kota di DPD PDI-P Jateng, Diantar Rombongan Relawan

Kamis, Gibran Daftar Calon Wali Kota di DPD PDI-P Jateng, Diantar Rombongan Relawan

Regional
Tak Ada Luka Tanda Kekerasan di Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda

Tak Ada Luka Tanda Kekerasan di Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda

Regional
Terendam Banjir, Siswa di Rokan Hulu Berenang untuk Sampai ke Sekolah

Terendam Banjir, Siswa di Rokan Hulu Berenang untuk Sampai ke Sekolah

Regional
Jenazah TKI yang Tewas Dibunuh di Malaysia Tiba ke Tanah Air Jumat Lusa

Jenazah TKI yang Tewas Dibunuh di Malaysia Tiba ke Tanah Air Jumat Lusa

Regional
240 Bangunan di Kabupaten Bogor Rusak Diterjang Banjir dan Longsor yang Terjadi 3 Hari Berturut-turut

240 Bangunan di Kabupaten Bogor Rusak Diterjang Banjir dan Longsor yang Terjadi 3 Hari Berturut-turut

Regional
Pelaku Teror Bom di Palembang Dibebaskan, Hanya Kenakalan Remaja

Pelaku Teror Bom di Palembang Dibebaskan, Hanya Kenakalan Remaja

Regional
Usai Curhat Pelajaran Terlalu Berat, Siswa SMA Ditemukan Tewas Gantung Diri

Usai Curhat Pelajaran Terlalu Berat, Siswa SMA Ditemukan Tewas Gantung Diri

Regional
Gubernur Sulsel Nurdin Siapkan Bonus Rp 75 Juta bagi Peraih Emas SEA Games Filipina

Gubernur Sulsel Nurdin Siapkan Bonus Rp 75 Juta bagi Peraih Emas SEA Games Filipina

Regional
Selain Teror Molotov, Etalase Rumah Makan Padang di Sleman Juga Dirusak

Selain Teror Molotov, Etalase Rumah Makan Padang di Sleman Juga Dirusak

Regional
Viral Video Murid SD Dikeroyok, Akhirnya Bikin Terharu

Viral Video Murid SD Dikeroyok, Akhirnya Bikin Terharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X