Lomba Maraton 200 Km Jelang Dua Abad Kebun Raya Bogor

Kompas.com - 04/05/2017, 08:00 WIB
Pemandangan Istana Bogor, di Kebun Raya Bogor, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/7/2016). Pada H 3 Lebaran dimanfaatkan wisatawan untuk mengunjungi obyek wisata. KOMPAS.com / RODERICK A MOZESPemandangan Istana Bogor, di Kebun Raya Bogor, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/7/2016). Pada H 3 Lebaran dimanfaatkan wisatawan untuk mengunjungi obyek wisata.
|
EditorCaroline Damanik

BOGOR, KOMPAS.com – Menyambut usia 200 tahun Kebun Raya Bogor (KRB), lomba lari maraton dengan rute terpanjang 200 kilometer akan digelar di Bogor.

Rencananya, lomba lari maraton akan diikuti oleh 1.000 pelari yang berasal dari dalam dan luar negeri. Lomba lari tersebut akan menempuh rute di sepanjang kawasan Kebun Raya Bogor, termasuk jalur pedestarian (pejalan kaki) yang ada di sekitar KRB.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, ajang ini sekaligus mempromosikan Kota Bogor ke kancah nasional hingga internasional sebagai kota pelari (city of runner). Sebab, menurut Bima, masih jarang kegiatan ultra marathon seperti ini.

"Ultra marathon 200 km ini menjadi perayaan yang mensinergikan antara momentum dua abad KRB dengan kampanye Kota Bogor sebagai kota bagi pelari," ujar Bima, Rabu (3/5/2017).

Bima menambahkan, dirinya bakal ikut ambil bagian dalam lomba tersebut di kategori 21 kilomter. Dirinya berharap, melalui event ini banyak masyarakat terlibat dan terpenting memasyarakatkan lari guna menyehatkan warga Bogor.

(Baca juga: Kakek 75 Tahun Lari Maraton 75 Hari demi Galang Dana untuk SLB)

Sementara itu, Race Director KRB200 Rudi Rochmansyah menjelaskan, rute terjauh dalam lomba yakni 200 kilomter yang harus diselesaikan dalam waktu 36 jam. Selain itu, masih ada lima kategori lain yakni 5 km (1 jam), 10 km (2 jam), 21 km (3,5 jam), 50 km (8 jam), dan 100 km (16 jam).

Perlombaan akan berlangsung selama dua hari, pada Sabtu (20/5/2017) dan Minggu (21/5/2017).

“Kategori 200 K juga sangat prestisius, lari paling unik sebab belum ada rute sebelumnya. Para peserta dituntut untuk menyelesaikan jarak 200 km dengan lari di dalam KRB sebanyak 24 putaran (1 putaran 5 km) dan sekeliling KRB/pedestrian 20 putaran (1 putaran 4 km),” ungkap Rudi.

Selain pelari dari dalam negeri, beberapa pelari mancanegara pun akan turut berpartisipasi, di antaranya pelari dari Australia, Belanda, Denmark, Jepang, Jerman, Malaysia, Perancis, Singapura, dan Taiwan.

"Khusus untuk tenaga medis karena pelari yang ditangani sangat banyak sehingga perlu diimbangi oleh tenaga medis yang memadai," pungkasnya. 

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Regional
Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Regional
Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Regional
KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

Regional
KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

Regional
11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

Regional
Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Regional
Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Regional
Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Regional
BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Petahana Bantul Resmi Bertarung di Pilkada 2020

Bupati dan Wakil Bupati Petahana Bantul Resmi Bertarung di Pilkada 2020

Regional
2 Tenaga Medis dari Kabupaten Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular Rekan Kerja

2 Tenaga Medis dari Kabupaten Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular Rekan Kerja

Regional
Banjir dan Longsor Landa 6 Kecamatan di Aceh Barat Daya

Banjir dan Longsor Landa 6 Kecamatan di Aceh Barat Daya

Regional
Bawaslu: Jambi Masuk 10 Besar Indeks Kerawanan Pemilu, Rawan Politik Uang Saat Pilkada

Bawaslu: Jambi Masuk 10 Besar Indeks Kerawanan Pemilu, Rawan Politik Uang Saat Pilkada

Regional
Gegara Nonton Bola di Lapangan Kampung, Pelarian Terduga Pembunuh Istri Berakhir...

Gegara Nonton Bola di Lapangan Kampung, Pelarian Terduga Pembunuh Istri Berakhir...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X