Kompas.com - 27/04/2017, 13:40 WIB
Kondisi PKL di kawasan Cicadas Kota Bandung yang menutup area pedestrian KOMPAS. com/DENDI RAMDHANIKondisi PKL di kawasan Cicadas Kota Bandung yang menutup area pedestrian
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial berupaya realistis terkait masalah penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. Dengan sisa waktu kurang dari dua tahun, ia menilai sulit untuk menuntaskan masalah PKL di Bandung khususnya di tiga titik utama yakni Cicadas, Tegalega, dan Pasar Baru.

"Kalau kepada tiga titik lokasi itu saya kira bisa dikatakan susah," ujar Oded usai membuka rapat evaluasi pembinaan dan penataan PKL di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika, Bandung, Kamis (27/4/2017).

Persoalan tempat relokasi menjadi ganjalan utama dalam masalah penataan PKL. Sebab itu, Oded menyebut, penataan PKL sulit dilakukan jika Pemkot Bandung hanya mengandalkan pihak ketiga untuk menyediakan tempat baru bagi para PKL.

Baca juga: Awal Tahun 2015, Ratusan PKL Cicadas Akan Dipindahkan

Sejauh ini, kolaborasi antara Pemkot Bandung dan swasta menjadi solusi utama yang dilakukan Pemkot Bandung. Seperti PKL di Jalan Merdeka yang dipindahkan ke mall Bandung Indah Plaza atau PKL Purnawarman yang kini menempati lahan milik mall Bandung Elektronik Center (BEC). Selain itu juga ada penataan PKL di proyek Teras Cihampelas.

Menurut Oded, Pemkot Bandung harus mengeluarkan anggaran khusus untuk membeli lahan baru bagi para pedagang.

"Saya sampaikan sebaiknya kami persiapkan APBD saja untuk menyiapkan lahan. Tapi wali kota belum sampaikan kembali pada saya jawabnnya seperti apa," ucap Ketua Satgasus PKL Kota Bandung itu.

"Saya lihat untuk tiga wilayah ini, selama kami tetap menganut pada pembinaan dan penataan yang diberatkan pada titik lokasi yang disiapkan tentu kunci masalah ada di lokasi. Maka, saya kira perlu adakan sebuah analisa kembali seperti apa," tambahnya.

Oded memandang, persoalan PKL menjadi masalah klasik di kawasan perkotaan yang tak akan ada ujungnya. Sebab, masalah PKL merupakan dampak dari dinamika ekonomi nasional.

"Kalau bicara penataan dan pembinaan di Kota Bandung, menurut saya ini pekerjaan yang tidak ada habisnya. Karena banyak masyarakat yang terseret dalam keterdesakan ekonomi akan lari ke PKL. Misalnya pabrik bangkrut, banyak yang lari ke PKL. Ini selalu berkaitan dengan kondisi ekonomi kita," jelasnya. 

Baca juga: Wakil Wali Kota Bandung Kritik Ridwan Kamil soal Teras Cihampelas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.