Arfi Rafnialdi Masuk Bursa Calon Wali Kota Bandung, Siapa Dia?

Kompas.com - 17/04/2017, 22:57 WIB
Indonesia Strategic Institute (Instrat), merilis hasil survey terhadap persepsi Warga Kota Bandung terkait Suksesi Kepemimpinan Kota Bandung 2018. ‎ Kontributor Bandung, Putra Prima PerdanaIndonesia Strategic Institute (Instrat), merilis hasil survey terhadap persepsi Warga Kota Bandung terkait Suksesi Kepemimpinan Kota Bandung 2018. ‎
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Dalam hasil survei persepsi warga Kota Bandung terkait Pilkada Kota Bandung 2018 yang dirilis oleh Indonesia Strategic Institute (Instrat) pada Senin (17/4/2017), muncul nama Arfi Rafnialdi yang digadang-gadang bisa menjadi "kuda hitam" dalam Pemilihan Wali Kota Bandung 2018 mendatang. 

Social Analyst Instrat, Adi Nugroho mengatakan, pihaknya tidak sembarangan memasukkan nama Arfi dalam survei tersebut.

"Tim Instrat melihat perkembangan terkini calon-calon yang mungkin muncul atau yang telah disebut beberapa tokoh atau yang sudah kelihatan gerak-geriknya untuk mempersiapkan diri menjelang pencalonan ini. Jadi nama Kang Arfi tidak tiba-tiba muncul," ujar Adi saat ditemui di Hotel Mitra, Jalan WR Supratman, Kota Bandung, Senin sore.

Baca juga: 3 Bakal Calon Terkuat Wali Kota Bandung Versi Instrat

Lalu, siapa sebenarnya Arfi Rafnialdi? Pasalnya tidak semua warga Kota Bandung mengetahuinya.

Adi menjelaskan, Arfi merupakan salah satu orang di belakang layar dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. 

"Dia adalah Ketua Ikatan Alumni ITB Jabar. Sekarang jadi tim ahli kebijakan publik Kang Emil. Background-nya dari ITB dan setahu kami punya kepemimpinan sejak masa di kampus," ujarnya.

Adi menjelaskan, nama Arfi Rafnialdi cukup dikenal di kalangan akademisi.

"Waktu survei UPI kemarin, nama Kang Arfi juga masuk. Ada beberapa tokoh juga yang menyebutkan nama beliau, termasuk Prof Asep Warlan. Beliau juga ternyata mengenal," tuturnya.

Dalam rilis yang dibuat Instrat, Arfi bersaing ketat dengan Ketua Karang Taruna Kota Bandung Fiki Satari dan Sekda Kota Bandung Yossi Irianto. Namun demikian, meski popularitasnya hanya sekitar 26,6 persen, Instrat mencatat nama Arfi mendapat persepsi kelayakan menjadi wali kota tertinggi setelah Ridwan Kamil.

Jika, persepsi kelayakan Ridwan Kamil mencapai 96,55 persen, Arfi Rafnialdi mendapat 66,67 persen (dari 26,6 persen). Sementara Yossi Irianto berada di bawahnya dengan 54,55 persen (dari 28,6) persen. 

Saat dihubungi Kompas.com, Arfi Rafnialdi mengaku kaget namanya disebut masuk ke bursa calon Wali Kota Bandung 2018 versi Instrat. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Regional
Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X