Polisi Bekuk 7 Kawanan Pencuri Sapi di Buton

Kompas.com - 13/04/2017, 13:18 WIB
Tujuh orang kawanan pelaku pencuri sapi berinisial SR (23), HR (27), RL(20),CN (23), RD (33), AR (33), dan IR (29), berhasil dibekuk Tim Reskrim Polres Buton, Sulawesi Tenggara.  Para pelaku tersebut memotong sapi hasil curiannya dan menjualnya ke pemilik warung makan yang ada di Kota Baubau. Kontributor Buton, Defriatno NekeTujuh orang kawanan pelaku pencuri sapi berinisial SR (23), HR (27), RL(20),CN (23), RD (33), AR (33), dan IR (29), berhasil dibekuk Tim Reskrim Polres Buton, Sulawesi Tenggara. Para pelaku tersebut memotong sapi hasil curiannya dan menjualnya ke pemilik warung makan yang ada di Kota Baubau.
|
EditorFarid Assifa

BUTON, KOMPAS.com – Tujuh orang kawanan pelaku pencurian sapi berinisial SR (23), HR (27), RL(20),CN (23), RD (33), AR (33), dan IR (29), dibekuk Tim Reskrim Polres Buton, Sulawesi Tenggara.

Para pelaku tersebut memotong sapi hasil curiannya dan menjualnya ke pemilik warung makan yang ada di Kota Baubau.

“Sapi dipotong di TKP, lalu membuka isi perutnya tanpa dikuliti, langsung dinaikan ke dalam mobil dan dijual kepada pemilik warung makan dengan harga tergantung besar kecilnya sapi. Harga jual sekitar Rp 3 – 5 juta,” kata Kapolres Buton, AKBP Andi Herman, Kamis (13/4/2017).

Baca juga: Dua Tahun Buron, Pencuri Sapi Ditangkap Saat Pulang ke Rumahnya


Menurut Andi, kawanan pencuri sapi ini terungkap ketika tim Satuan Reskrim Polres Buton melakukan patroli di jalan poros Pasarwajo sekitar pukul 03.30 WIT dini hari.

Polisi mencurigai sebuah mobil minibus warna hitam yang berada di kali lakua. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan dua bilah parang, pisau dan seutas tali nilon dalam tas hitam.

Pelaku SR yang berada dalam mobil tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Buton untuk diinterogasi. Dari hasil interogasi, SR mengaku dirinya merupakan pelaku pencurian sapi bersama enam orang temannya.

Dalam waktu 1x24 jam, Reskrim Polres Buton berhasil membekuk enam orang kawanan pencuri sapi tersebut. Dari ketujuh pelaku kawanan pencuri sapi, dua orang pelaku, HR dan CN merupakan mahasiswa di perguruan tinggi di Kota Baubau. Selain itu, dua pelaku SR dan AR bekerja di Pemotongan sapi.

“Para pelaku melakukan pencurian sapi sejak Desember 2016 hingga Maret 2017. Para pelaku melakukan aksinya pukul 02.00 WIT, ada tiga kecamatan kapuntori, enam TKP, jumlah sapi 10 ekor, Kecamatan Pasarwajo, tiga TKP sapi 5 ekor dan Lasalimu satu TKP sapi 1 ekor,” ungkap Andi.

Andi menambahkan, para pelaku kerap melakukan aksinya dengan menggunakan mobil rental untuk mengangkut hasil curian dibawa ke Kota Baubau untuk dijual.

Hasil jualannya dibagi bersama, rata-rata berkisar Rp 500 per orang untuk digunakan keperluan sehari-hari.

“Pasal yang dilanggar Pasal 363 ayat 1 dan ayat 4 subpasal 55 ayat 1 junto Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun,” ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X