Cerita Ibu Penderita Lumpuh karena Tumor Tulang Belakang Lahirkan Bayi Laki-laki

Kompas.com - 13/04/2017, 07:00 WIB
Yayuk penderita tumor tulang belakang yang baru saja melahirkan bayi laki laki anak keduanya KOMPAS.COM/Ira RachmawatiYayuk penderita tumor tulang belakang yang baru saja melahirkan bayi laki laki anak keduanya
|
EditorCaroline Damanik

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Yayuk Dwi Astuti (37), warga Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, melahirkan bayi laki-laki pada Kamis 6 April 2017.

Namun, selama hamil, Yayuk hanya berada di atas kasur. Selama hampir dua tahun, dia lumpuh karena penyakit tumor yang menyerang sumsum tulang belakangnya.

Saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Rabu (12/4/2017), Yayuk bercerita, pada awalnya, dia menderita tumor tiroid. Lalu dia hamil anak pertama yang kemudian lahir pada September 2014.

Saat anaknya berusia 7 bulan, dia sudah merasa berat mengangkat kaki dan pada Desember 2016, Yayuk sama sekali tidak bisa berjalan. Saat meluruskan kaki atau menekuk kaki, dia mengaku kesakitan.

"Saya sempat operasi di Semarang tapi hanya tumor tiroidnya yang diangkat. Dokter tidak berani operasi yang tulang belakang karena resikonya tinggi," ujar perempuan asal Pati tersebut.

Dia kemudian kembali pulang ke rumah suaminya di Banyuwangi dan menjalani rawat jalan di rumah sakit Banyuwangi. Namun tidak disangka, Yayuk hamil anak kedua.

Dia bercerita sempat shock saat tahu dirinya hamil. Namun suaminya, Sugianto meyakinkannya agar meneruskan kehamilan dan berjanji akan merawat buah hati mereka.

"Saya sempat shock, bagaimana merawatnya. Anak saya yang pertama diasuh oleh ibu mertua. Selain itu, ibu mertua dan suami masih harus merawat saya. Tapi suami selalu bilang bahwa dia akan setia dan merawat saya dan anak-anak dalam kondisi apa pun," ungkapnya.

Selama hamil, Yayuk memilih berdiam diri di dalam kamar. Hingga seorang bidan mengunjunginya dan mengajak Yayuk kontrol ke rumah sakit.

Selama kontrol, Yayuk tidak mengeluarkan biaya apa pun, bahkan transportasi juga disedikan oleh bidan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Regional
Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Regional
Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Regional
Siswa Tak Punya Ponsel dan Internet untuk Belajar, Ini Solusinya

Siswa Tak Punya Ponsel dan Internet untuk Belajar, Ini Solusinya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Aksi di Rumah Mahfud MD Bukan Tanggung Jawab Saya' | Tukang Bakso Ditendang Pembeli

[POPULER NUSANTARA] "Aksi di Rumah Mahfud MD Bukan Tanggung Jawab Saya" | Tukang Bakso Ditendang Pembeli

Regional
Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Regional
Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Regional
4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

Regional
Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Regional
Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di 'Backhoe' Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di "Backhoe" Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Regional
Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Regional
6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

Regional
Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Regional
Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X