Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/03/2017, 20:29 WIB
|
EditorFarid Assifa

MADIUN, KOMPAS.com - Penyidik Polres Madiun menetapkan seorang guru agama SD di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, berinisial PA sebagai tersangka, Kamis ( 2 3/3/2017).

Oknum PNS itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

"Saat ini penyidik memeriksa seorang guru agama SD berinisial PA sebagai tersangka dalam kasus penipuan berkedok calo CPNS. Oknum PNS ini kami tetapkan sebagai tersangka setelah penyidik memeriksa saksi korban dan sejumlah saksi lainnya," kata Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Hanif Fatih Wicaksono, Kamis (23/3/2017).

Baca juga: Korban Penipuan CPNS Pancing Pelakunya hingga Masuk Kantor Polisi

Aparat memeriksa PA sebagai tersangka setelah salah satu korban yang dijanjikan CPNS bernama Joko Purnomo (33), warga Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, melapor  ke Polres Madiun.

Saat itu, Joko seorang penyandang difabel mengaku sudah menyetor uang sebesar Rp 30 juta kepada tersangka PA, namun Joko tak kunjung menjadi PNS.

"Joko diiming-iming oleh tersangka bisa dimasukan menjadi PNS, dengan syarat menyetor uang Rp 30 juta sebagai pelicin. Uang itu dibayarkan secara bertahap pada 2013 - 2014," jelas Hanif.

Hanif menduga, dalam kasus ini korban ulah dari tersangka PA lebih dari satu orang. Hanya saja, sampai saat ini baru satu korban yang melapor.

"Saya mengimbau kepada warga Madiun yang menjadi korban penipuan CPNS agar segera melapor ke polisi," tandas Hanif.

Kendati sudah menjadi tersangka, polisi belum menahan PA. Alasannya, warga Desa Sawo Jajar, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, itu juga terjerat kasus penipuan CPNSD yang ditangani Polres Magetan.

Baca juga: Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka Penipuan CPNS Sebesar Rp 4,8 Miliar

Hanif menambahkan tersangka PA dijerat dengan Pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang penipuan. Sesuai pasal itu, tersangka diancam dengan hukuman maksimal empat tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.