Tak Punya Solusi, Menag Pasrahkan Nasib Pengungsi Syiah ke Pemda

Kompas.com - 18/03/2017, 21:30 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Pelapor Khusus Hak atas Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Komnas HAM Imdadun Rahmat di Kongres Nasional Kebebasan beragama dan Berkeyakinan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (16/3/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Pelapor Khusus Hak atas Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Komnas HAM Imdadun Rahmat di Kongres Nasional Kebebasan beragama dan Berkeyakinan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (16/3/2017).
|
EditorSabrina Asril

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah belum menemukan solusi untuk pengungsi Syiah Sampang yang sampai saat ini berada di rumah susun Jemundo Sidoarjo.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin justru menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut kepada pemerintah daerah.

"Masalah ini (pengungsi Syiah) lebih ditangani pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, kita terus koordinasikan," katanya usai menghadiri wisuda ke-78 di kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (18/3/2017).

Kata dia, selesainya masalah kelompok agama tersebut juga tergantung dari kelompok masyarakat yang terlibat, karena penyelesaian konflik memerlukan kebersamaan semua pihak yang berkepentingan.

Pengungsi Syiah mendiami rumah susun Jemundo terhitung sudah empat tahun lebih sejak Agustus 2012 diusir dari kampung halaman di Desa Karang Gayam Kecamatan Omben, dan Desa Blu’uran Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.

Koordinator pengungsi Syiah, Tajul Muluk, melihat tidak ada upaya yang serius dari pemerintah untuk menyelesaikan konflik dan menjamin kebebasan menganut kelompok agama.

Dia teringat, pada 2014 lalu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin sempat mengunjungi rumah susun Jemundo, dan mengaku optimis akan dapat memulangkan pengungsi Syiah ke kampung halaman.

"Pak menteri juga berjanji membuat roadmap penyelesaian konflik, namun sampai saat ini sama sekali tidak terbukti, kami tetap di sini dan belum kembali ke kampung halaman," ucap dia.

Ada 81 kepala keluarga dan 335 jiwa yang saat ini berada di rumah susun Jemundo. Oleh pemerintah provinsi Jawa Timur, mereka dijatah memperoleh 700 ribu per bulan. (K15-11)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.