Kompas.com - 02/03/2017, 17:40 WIB
Ilustrasi: Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Robby T Manusiwa saat menggerebek gudang penyimpanan pupuk palsu KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIIlustrasi: Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Robby T Manusiwa saat menggerebek gudang penyimpanan pupuk palsu
|
EditorFarid Assifa

SUKABUMI, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian akan menguji tiga jenis pupuk yang diduga palsu di laboratorium pabrik yang berlokasi di Jalan Pangleseran-Babakan, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (2/3/2017) siang.

"Untuk mengetahui palsu atau tidaknya pupuk ini akan dilakukan uji mutu di laboratorium,'' kata Taman, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari DirektoratJenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, kepada wartawan di sela penggeledahan pabrik bersama Tim Penyidik Tipideksus, Bareskrim, Mabes Polri, Kamis siang.

Pengujian pupuk tersebut menyusul ditangkapnya seorang distributor dan tiga pembuat pupuk palsu oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri pada Februari 2017 lalu. Pembuatan pupuk tersebut berlokasi di Sukabumi.

Keempat tersangka kasus tersebut antara lain M (distributor) dan E, ML serta R, sebagai pembuat pupuk.

Tersangka E merupakan pemilik pabrik pembuatan pupuk yang berlokasi di Sukabumi. Produksi pupuk yang diduga palsu itu bermerek Berlian dan TS.

Baca juga: Hanya Bermodal Rp 12.000, Pupuk Palsu Dijual ke Petani Rp 120.000

Menurut Taman hasil uji mutu dari laboratorium itulah yang akan bicara, dan akan membuktikan komposisi dalam kandungan pupuk tersebut. Nanti akan diketahui formulasi kandungan tersebut termasuk golongan pupuk organik, pupuk nonorganik atau pembenah tanah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

''Nanti ada standar teknis yang akan kita terapkan dalam kategori pupuk tersebut,'' ujar sarjana pertanian yang sehari-hari bertugas di Direktorat Pupuk dan Pestisida.

Terkait nomor registrasi dalam karung pupuk palsu itu, lanjut dia, memang terdaftar di Kementerian Pertanian. Namun saat pupuk itu diproduksi, izin tersebut sudah kedaluarsa dan mungkin dalam proses perpanjangan.

''Dalam perizinannya, jenis pupuk yang dibuat dolomit. Namun pemilik ini sempat terjerat perkara sama, dan baru keluar tahanan. Saat perkara yang lalu memproduksi jenis pupuk NPK,'' tutur dia.

Pantauan Kompas.com saat ini pabrik pembuatan pupuk yang diduga palsu ini telah dipasangi garis polisi oleh Tim Penyidik Tipideksus, Bareskrim, Mabes Polri. Pabrik ini berlokasi di pinggir Jalan Pangleseran-Babakan, sekitar tanjakan Lengka. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Regional
Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Regional
Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.