Kompas.com - 22/02/2017, 21:06 WIB
EditorErlangga Djumena

CIANJUR, KOMPAS.com - Seluruh SMA/SMK di Cianjur, Jabar, sepakat untuk mengeluarkan siswa yang terlibat tawuran dan tidak akan diterima sekolah di wilayah tersebut.

"Keputusan tersebut disepakati setelah pemerintah daerah, Kepala SMA/SMK se Cianjur, Polres Cianjur, TNI dan DPRD Cianjur melakukan rapat kordinasi bersama. Rapat ini digelar untuk menindaklanjuti adanya korban jiwa akibat tawuran beberapa waktu lalu," kata Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, di Cianjur, Rabu (22/2/2017).

Selang beberapa hari, tutur dia, pihaknya memanggil seluruh kepala SMA/SMK, terutama SMKN 1 Cilaku dan AMS yang selama ini bertikai.

Rapat kordinasi bersama itu, merumuskan antisipasi tawuran. Sehingga selama satu pekan SMK AMS diliburkan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan balasan.

Pasalnya kata dia, setelah kasus penyabetan tersebut, siswa SMKN 1 Cilaku melakukan upaya balas dendam dengan melempari gedung SMK AMS di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cianjur.

"Suasana masih panas, sehingga kami mengantisipasi dengan meliburkan sekolah tersebut selama satu pekan karena takut kembali jatuh korban," katanya.

Pekan depan, sebut dia, akan diadakan upacara gabungan sekaligus penandatanganan kesepakatan bersama dari setiap sekolah.  Kesepakatan tersebut meliputi sanksi tegas pada siswa yang terlibat tawuran, apalagi jika mengakibatkan korban jiwa.

"Mereka yang terlibat tawuran akan ditindak tegas, terlebih kalau sampai mencederai siswa lain, akan dikeluarkan dan tidak diterima di sekolah manapun di Cianjur. Silahkan kalau mau ke luar kota, Cianjur tidak ada tempat bagi mereka yang tawuran dan membuat masalah. Lebih baik mengorbankan satu orang daripada lebih banyak korban," katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Cianjur, Sapturo, mengatakan, pihak yang harus ikut bertanggung jawab dengan maraknya tawuran hingga terdapat korban luka atau korban jiwa adalah kepala sekolah dan guru sekolah terkait.

Mereka harus bisa mendidik siswa agar tidak berperilaku negatif, ketika pulang harus ada pemantauan agar tidak ada aktivitas yang berujung pada tawuran.

"Saya harap kejadian beberapa hari lalu jadi pelajaran agar guru lebih mengawasi muridnya. Berikan sanksi tegas, jangan dibiarkan siswa terlibat tawuran. Beberapa sekolah yang dikenal sering tawuran sudah bisa mencegah, apalagi sekolah yang tidak begitu sering terlibat tawuran," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ANTARA

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.