Jalan Putus karena Longsor, Siswa di Kuningan Jalan Kaki ke Sekolah

Kompas.com - 20/02/2017, 11:06 WIB
Sejumlah pelajar melintasi jembatan darurat dari arah utara menuju selatan dan sebaliknya di sisi jalur nasional yang tergerus longsor, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Senin (20/2/2017). Setelah jalur nasional putus total, mereka berangkat sekolah lebih awal untuk mengejar waktu karena harus bergantian dan berhati-hati melintasi jembatan darurat. Kontributor Cirebon KompasTV, Muhamad Syahri RomdhonSejumlah pelajar melintasi jembatan darurat dari arah utara menuju selatan dan sebaliknya di sisi jalur nasional yang tergerus longsor, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Senin (20/2/2017). Setelah jalur nasional putus total, mereka berangkat sekolah lebih awal untuk mengejar waktu karena harus bergantian dan berhati-hati melintasi jembatan darurat.

KUNINGAN, KOMPAS.com – Jalur nasional di Kabupaten Kuningan putus akibat tergerus longsor. Tiga hari bukan waktu yang cukup untuk memperbaiki longsor sepanjang 25 meter dengan kedalaman sekitar 25 meter.

Namun, semangat ratusan pelajar untuk pergi ke sekolah untuk melewati jalur itu tak pernah surut.

Pagi ini, Senin (20/2/2017), agak sedikit berbeda dengan hari biasanya. Ratusan pelajar tingkat SD, SMP dan SMA berjalan kaki menuju sekolah mereka dengan melewati jalur itu.

Biasanya, mereka biasa menaiki kendaraan pribadi roda dua dan empat ataupun angkutan umum untuk pergi ke sekolah.

Baca juga: Kuningan Diterjang Banjir Bandang, Jalur Nasional Menuju Ciamis Putus

Mereka sudah berbaris melintasi jembatan darurat yang terbuat dari bambu sepanjang tiga meter sebagai penghubungan jalan yang putus. Jembatan itu dilengkapi tali di kedua sisi untuk pegangan tangan. 

Hanya dengan sarana sederhana yang dibuat warga ini, para pelajar dapat menyeberang jalur nasional yang putus dan terbelah karena tergerus longsor Jumat lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka harus ekstra hati-hati saat menyeberang jembatan darurat itu karena sangat licin. Ada sejumlah pelajar terpeleset dan nyaris jatuh. Namun akhirnya bisa selamat.

Ahmad Pamungkas, pelajar asal Desa Kawah Manuk, melintasi jembatan ini untuk dapat pergi ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs) Darma. Dia pergi bersama teman-teman sekampungnya yang berbeda sekolah.

“Karena sudah kewajiban, ya terpaksa saja lewat jembatan ini. Biasanya mudah, tapi jadi agak susah, waktunya tersita untuk jalan dulu. Biasanya 10 menit sampai sekolah, sekarang 15 menit saja untuk jalan,” ungkapnya.

Pamungkas mengaku, Sabtu lalu, sehari pasca longsor, dia naik kendaraan lewat jalur alternatif. Melintasi jalan itu justru lebih jauh dan jalan terjal.

Setelah jembatan darurat dibangun, dia bersama teman lainnya pun memilih lewat jembatan itu.

Selain ke MTs Negeri Darma, jalan yang terkena longsor itu juga merupakan akses menuju SMK Jagara, SMA Negeri Kadu Gede, SMA Negeri 1 Darma, MTs Arrasid, dan sekolah lainnya.

Para pelajar berharap jalur nasional segera diperbaiki dan kembali dapat dilintasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X