Sebar Selebaran Berisi Hinaan untuk Salah Satu Paslon, Oknum Polisi Ditangkap

Kompas.com - 15/02/2017, 12:33 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus saat di Kontributor Bandung, Dendi RamdhaniKepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus saat di
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Seorang oknum anggota kepolisian dari Polres Cimahi bersama salah seorang warga ditangkap lantaran tepergok melakukan kampanye hitam terkait Pemilihan Kepala Daerah Kota Cimahi.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Polisi Yusri Yunus mengatakan, insiden itu berlangsung pada pada Rabu (15/2/2017) pukul 02.30 WIB.

Dia menjelaskan, saat itu, sejumlah warga di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, memergoki dua orang yang menggunakan sepeda motor tengah melempar selebaran yang berisi penghinaan terhadap terhadap pasangan calon nomor 1, Atty Suharti - Achmad Zulkarnain.

"Pagi tadi telah diamankan dua orang satu anggota Polri inisial Y satu lagi warga biasa berinisial R telah diamankan di Gakumdu. Berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa yang bersangkutan telah melakukan kesalahan kampanye gelap di mana tertangkap oleh masyarakat," kata Yusri saat ditemui di Markas Polres Cimahi, Rabu (15/2/2017) siang.

"Mereka menyebarkan selebaran yang isinya menghina paslon yang lain, dalam hal ini paslon nomor 1, ini yang dikeluhkan masyarakat langsung," tambah Yusri.

Saat ini, keduanya masih diperiksa di Mapolres Cimahi. Aksi tersebut, kata Yusri jelas melanggar Pasal 71 UU Nomor 2016 tentang Pemilu. Keduanya pun terancam pidana kurungan maksimal lima bulan.

"Ini hal yang salah karena masuk minggu tenang ini tidak boleh lagi ada kampanye. Khusus untuk anggota Polri akan kami kenakan kode disiplin dan etika dan akan dilaksanakan pemeriksaan oleh Propam," ucapnya.

Yusri menambahkan, dari keterangan yang diperoleh oknum anggota polisi yang terlibat bertugas sebagai pengawal atau ajudan salah satu pasangan walkot dan cawalkot.

"Anggota yang terlibat adalah ajudan atau pengawal dari salah satu paslon pilkada di Cimahi, ini yang kita proses. (Dugaan imbalan) Sampai saat ini masih kita dalami karena dia merupakan pengawal salah satu paslon," tuturnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Direktur RSUD Soekarno Ungkap Penyebab Banyak Dokter Meninggal Saat Pandemi

Direktur RSUD Soekarno Ungkap Penyebab Banyak Dokter Meninggal Saat Pandemi

Regional
Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Regional
Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Regional
Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Regional
Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Regional
Kronologi 2 'Speedboat' Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Kronologi 2 "Speedboat" Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Regional
Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Regional
Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Regional
Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X