Kompas.com - 13/02/2017, 15:38 WIB
Beberapa wisatawan, Selasa (11/3/2014), melihat kawasan sekitar kawah Gunung Kelud dari jarak sekitar 4 kilometer di jalan utama menuju kawah di Desa Sugihwaras, Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sejak Sabtu pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Kediri membuka obyek wisata Kelud meskipun masih dalam radius terbatas 3 kilometer dari kawah. KOMPAS/DEFRI WERDIONOBeberapa wisatawan, Selasa (11/3/2014), melihat kawasan sekitar kawah Gunung Kelud dari jarak sekitar 4 kilometer di jalan utama menuju kawah di Desa Sugihwaras, Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sejak Sabtu pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Kediri membuka obyek wisata Kelud meskipun masih dalam radius terbatas 3 kilometer dari kawah.
|
EditorCaroline Damanik

KEDIRI, KOMPAS.com — Jalur menuju kawasan Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, Minggu (12/2/2017), bisa ditempuh dengan lancar. Sejauh mata memandang, pepohonan tumbuh menghijau. Sungguh, wujudnya jauh dari kesan bahwa gunung tersebut baru meletus.

Hari ini, Senin (13/2/2017), terhitung tiga tahun sudah sejak Gunung Kelud memuntahkan isi perutnya. Gunung setinggi 1.731 mdpl itu pada masa itu meletus dahsyat jelang tengah malam.

Erupsi itu menyebabkan kerusakan parah pada kawasan sekitar gunung, bahkan abu vulkanik yang disemburkan menyebabkan beberapa bandara di Jawa tutup operasi.

Meski saat itu tidak ada korban jiwa secara langsung, ribuan warga diharuskan meninggalkan rumahnya. Mereka mengungsi hingga beberapa hari. Bencana itu tetap terkenang.

Warga, setiap tahun, terutama mereka yang tinggal di sekitar Gunung Kelud, memperingatinya dengan malam renungan. Itu salah satunya untuk meneguhkan kesadaran bahwa mereka tinggal di tempat yang rawan bencana.

Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim Pintu gerbang masuk kawasan Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, Minggu (12/2/2017). (KOMPAS.com/M.Agus Fauzul Hakim).
Kini, semua sudah berbenah bahkan merasakan berkah. Petani, misalnya, sudah bisa menggarap lahannya, dan panen telah beberapa kali dilakukan. Selain cengkeh, sayur-mayur, warga juga biasa menanam tanaman buah, terutama nanas.

Gunung Kelud kembali memancarkan pesonanya. Ini yang membuat banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, berdatangan. Namun, mereka tidak bisa menikmati kawasan puncak yang kini berubah bentuk, dari awalnya anak gunung, lalu menjadi danau kawah.

Kawasan itu masih tertutup karena kontur tanah yang masih labil serta adanya renovasi yang tengah berlangsung. Meski demikian, masih banyak tempat yang bisa dikunjungi sekadar pengalih puncak sebab banyak wahana wisata baru yang bermunculan di sekitaran Gunung Kelud.

Wahana itu mulai dari taman bunga, taman petik buah nanas, dan stroberi, hingga wisata kuliner yang menggoda lidah. Salah satunya adalah kuliner sate bekicot, seperti di Taman Agro Wisata Margomulyo.

Pada taman seluas lebih kurang 3 hektar ini terhampar aneka ragam bunga dan taman bermain, seperti Taman Hammock. Dengan harga tiket masuk Rp 5.000, taman baru ini cukup menyedot pengunjung.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.