AP I Segera Bongkar Bangunan Warga Terdampak Bandara Kulon Progo

Kompas.com - 01/02/2017, 21:34 WIB
Presiden Joko Widodo saat memulai pembangunan bandara internasional Yogyakarta yang berlokasi di Dusun Jangkaran, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (27/1/2017). BIRO PERS SETPRESPresiden Joko Widodo saat memulai pembangunan bandara internasional Yogyakarta yang berlokasi di Dusun Jangkaran, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (27/1/2017).
EditorErlangga Djumena

KULON PROGO, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura I akan segera melakukan pembongkaran bangunan-bangunan rumah milik warga di atas tanah hak milik warga terdampak bandara di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah selesai pengosongan.

Project Manager Proyek Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) PT Angkasa Pura I R Sujiastono di Kulon Progo, Rabu (1/2/2017), mengatakan, proses pengosongan dijadwalkan setelah pelaksanaan Pilkada 15 Februari.

"Pembongkaran bangunan-bangunan di lahan PAG yang tidak dipakai akan dilakukan dan diselesaikan Februari ini," kata Sujiastono.

Ia mengatakan, PT Angkasa Pura I memberikan batas waktu hingga 1 Maret bagi warga terdampak bandara untuk mengosongkan rumah mereka yang telah dibebaskan dan diberi ganti rugi.

Saat ini, di lapangan dilakukan pemagaran, nanti pemindahan pohon-pohon besar, kemudian ada survei topografi, survei BMKG, setelah itu akan melanjutkan pembongkaran rumah-rumah di tanah Paku Alaman Ground (PAG) yang tidak dipakai.

"Yang hak milik kami menunggu keluar, kami sudah sepakat habis Pilkada. Kami minta 1 Maret mereka keluar. Setelah itu akan kami robohkan. Nanti akan kami surati, sama dengan PAG kemarin," katanya.

Sujiastono mengatakan pelaksanaan pembangunan fisik bandara akan dilakukan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Sambil berproses di Jakarta, pihaknya melaksanakan proses pelelangan untuk kontraktor perencanaan dan pengawasan.

"Saat ini, masih fokus pada proses pengadaan tanah. Yang sembilan persen sekarang berproses di pengadilan untuk konsinyasi," katanya.

Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan dan SDA Setda Kulon Progo Triyono mengatakan, lantaran sempat ada penolakan dari warga Sidorejo, Desa Glagah, jika rel melewati pemukiman warga, maka ada alternatif jalur rel kereta akan digeser ke utara melewati persawahan.

"Alternatif juga memiliki kendala untuk dilaksanakan karena jaraknya dimungkinkan akan menjadi jauh dengan terminal bandara, sehingga tidak efektif," katanya.

Baca: Jokowi: Leluhur Kita Sudah Melihat di Kulon Progo Akan Ada Bandara



Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X