Kompas.com - 27/01/2017, 20:03 WIB
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas membahas masalah penyelundupan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (25/1/2017). Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas membahas masalah penyelundupan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (25/1/2017).
EditorCaroline Damanik

MAGELANG, KOMPAS.om - Presiden RI Joko Widodo memberikan ceramah pembekalan kepada siswa SMA Taruna Nusantara di Magelang, Jateng, Jumat (27/1/2017) sore.

Presiden memberikan ceramah tersebut di Balairung Pancasila, SMA Taruna Nusantara, Magelang, kepada sebanyak 1.106 siswa-siswa sekolah tersebut.

"Saya masuk ke SMA sebagai Presiden, ini yang pertama. Saya memang memilih. Memilih. Saya pilih karena saya tahu, di SMA Taruna Nusantara bukan hanya urusan pendidikan, tetapi bagaimana membangun karakter, kejuangan, enterpreneurship," kata Jokowi saat mengawali ceramahnya.

Menurut dia, hal inilah yang dibutuhkan Indonesia ke depan karena persaingan semakin ketat dan kompetisi semakin sengit antarnegara akibat keterbukaan yang kini sudah tidak bisa lagi dicegah.

"Sekarang di ASEAN sudah dibuka Masyarakat Ekonomi ASEAN nanti bisa antarkawasan bisa ASEAN dan Uni Eropa, buka-bukaan bisa masuk tanpa KTP, tanpa paspor artinya kita harus siap tidak hanya pintar, tidak hanya pandai, tidak cukup," ujarnya.

Perwakilan Siswa SMA Taruna Nusantara Andrian Bagus Wiratmoko saat memberikan laporannya mengatakan, selama ini, Jokowi merupakan sosok pemimpin yang diidolakan.

"Bapak bukan hanya sosok pemimpin negara, namun sosok idola bagi kami semuanya meski tidak setiap saat di sini, namun Bapak terutama gerakan revolusi mental memacu kami untuk terus bersemangat," katanya.

Ia mengatakan, seluruh siswa yang berasal dari berbagai pelosok Tanah Air dalam setiap hari dididik, dilatih, dan ditempa untuk saling menghargai keberagaman dan menghormati Bhineka Tunggal Ika.

"Kami selalu siap meneruskan perjuangan Bapak membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi," ucapnya.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam laporannya mengatakan menurut data 2015, sudah sebanyak 60 alumnus SMA Taruna Nusantara menjadi doktor, angkatan pertama 30 orang doktor sebanyak 3 di antaranya profesor dan satu dosen UGM.

"Kami informasikan animo yang mendaftar ke sekolah ini mengalami peningkatan, pada 2016 yang lalu yang lulus seleksi 800 orang yang mengikuti pendidikan 380 orang sesuai alokasi dan kami laporkan di hadapan Presiden hadir 1.106 siswa 747 putra, 359 putri, dan 72 pamong praja," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.