Tiga Petani Tepergok Gunakan Sabu, Katanya agar Kuat Bajak Sawah

Kompas.com - 26/01/2017, 12:26 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

WAJO, KOMPAS.com - Tiga petani di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, tepergok polisi saat mengonsumsi sabu-sabu.

Ketika diperiksa, petani tersebut berkilah bahwa mereka memakai sabu agar kuat bekerja membajak sawah.

Pelaku bersama barang bukti sejumlah kemasan sabu dan uang tunai digelandang ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Wajo.

Kepala Satuan Reserse dam Kriminal Polres Wajo AKP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, ketiganya diringkus pada Rabu (25/1/2017) pukul 17.00 Wita.


Polisi mendatangi salah satu rumah di Desa Lauwa, Kecamatan Pitumpanua, yang dilaporkan kerap menjadi tempat transaksi narkoba.

"Penggerebekannya kemarin dan tiga pelaku tertangkap saat berpesta sabu," kata Aryo, Kamis (26/1/2017).

Ketiga pelaku masing-masing berinisial IM (18), MS (25), dan HS (25).

Dalam penggerenakan ini, polisi penyita 20 sachet sabu seberat 20 gram, uang tunai Rp 1,2 juta dan dua kaca pyrex, tiga korek api, serta satu unit telepon seluler.

Para pelaku membantah sebagai pengedar meski sejumlah paket sabu dan mengaku memakainya untuk penambah stamina bekerja di sawah.

"Kasusnya masih dalam penyelidikan apakah mereka bandar atau pengedar sebab mereka mengaku menggunakan sabu agar kuat bajak sawah," kata Aryo.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Regional
Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Regional
Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Regional
Ini Daftar Nama Siswa SMPN 1 Turi yang Tewas Saat Susur Sungai di Sleman

Ini Daftar Nama Siswa SMPN 1 Turi yang Tewas Saat Susur Sungai di Sleman

Regional
BKD: Hasil SKD CPNS Pemprov Maluku Diumumkan Bulan Depan

BKD: Hasil SKD CPNS Pemprov Maluku Diumumkan Bulan Depan

Regional
Tulang Manusia Tanpa Kepala dalam Kantong Plastik di Buton Selatan Diduga Warga Vietnam

Tulang Manusia Tanpa Kepala dalam Kantong Plastik di Buton Selatan Diduga Warga Vietnam

Regional
Polda Lampung Selidiki Jual Beli Data Kependudukan Palsu Jelang Pilkada 2020

Polda Lampung Selidiki Jual Beli Data Kependudukan Palsu Jelang Pilkada 2020

Regional
Langgar Perda, Pedagang Tuak di Palembang Divonis Penjara 2 Minggu

Langgar Perda, Pedagang Tuak di Palembang Divonis Penjara 2 Minggu

Regional
Jembatan Darurat Putus, Jalan Utama di Lombok Utara Tak Bisa Dilewati

Jembatan Darurat Putus, Jalan Utama di Lombok Utara Tak Bisa Dilewati

Regional
Kesal Dimarahi, Istri Tusuk Perut Suami hingga Tewas

Kesal Dimarahi, Istri Tusuk Perut Suami hingga Tewas

Regional
Siswa SMPN 1 Turi Hanyut Saat Susur Sungai, Bupati Sleman: Kecerobohan Sekolah

Siswa SMPN 1 Turi Hanyut Saat Susur Sungai, Bupati Sleman: Kecerobohan Sekolah

Regional
6 Siswa SMP Turi Tewas Hanyut di Sungai, BPBD: Anaknya Belum Pulang Segera Lapor

6 Siswa SMP Turi Tewas Hanyut di Sungai, BPBD: Anaknya Belum Pulang Segera Lapor

Regional
Polisi Selidiki Penyebab Tumbangnya Tower Telekomunikasi yang Tewaskan 3 Pekerja di Langkat

Polisi Selidiki Penyebab Tumbangnya Tower Telekomunikasi yang Tewaskan 3 Pekerja di Langkat

Regional
Jalan Penghubung Kendal-Temanggung Longsor, Buka Tutup Jalur Diberlakukan

Jalan Penghubung Kendal-Temanggung Longsor, Buka Tutup Jalur Diberlakukan

Regional
Polisi Masih Kesulitan Ungkap Penyebab Kematian Siswi SMP di Tasikmalaya

Polisi Masih Kesulitan Ungkap Penyebab Kematian Siswi SMP di Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X