Klaten dalam Pusaran Dinasti Politik

Kompas.com - 06/01/2017, 13:19 WIB
OTT KPK terhadap Bupati Klaten Sri Hartini - Kendaraan dinas yang disegel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diparkir di halaman Rumah Dinas Bupati Klaten, Jalan Pemuda, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (30/12/2016). Penyidik KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada hari itu dengan memeriksa rumah dinas yang ditempati Bupati Klaten Sri Hartini tersebut. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOOTT KPK terhadap Bupati Klaten Sri Hartini - Kendaraan dinas yang disegel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diparkir di halaman Rumah Dinas Bupati Klaten, Jalan Pemuda, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (30/12/2016). Penyidik KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada hari itu dengan memeriksa rumah dinas yang ditempati Bupati Klaten Sri Hartini tersebut.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

KOMPAS - Operasi tangkap tangan terhadap Bupati Klaten Sri Hartini karena kasus dugaan suap mutasi jabatan pada akhir Desember lalu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi kado pergantian tahun yang menyesakkan bagi warga Klaten, Jawa Tengah. Lagi-lagi, praktik dinasti politik di daerah memberi pelajaran buruk.

Setelah ditelepon Ibu Gubernur (Jawa Tengah) Bu Ganjar (Atiqoh Ganjar Pranowo), saya shock, gemetar, takut campur bawur (campur aduk) di pesawat. Saya kaget, kok seperti ini," ujar Wakil Bupati Klaten Sri Mulyani di Klaten, Selasa (3/1/2017).

Saat mendengar kabar penangkapan itu, Mulyani sedang berada di pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Banten. Ia hendak pulang ke Klaten. Sesaat setelah Hartini ditangkap KPK, Mulyani mendapat sejumlah pesan pendek dan telepon dari nomor-nomor tak dikenal yang mengabarkan itu. Dia tidak langsung percaya dan menganggapnya berita bohong (hoax). Ia menjadi percaya setelah istri Gubernur Ganjar Pranowo menelepon untuk menanyakan dan meminta konfirmasi penangkapan Hartini.

Mulyani saat itu bersiap pulang ke Klaten karena pada Jumat (30/12/2016) malam akan ada pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan 803 pejabat eselon II-V di lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Klaten. Ia mengaku diingatkan suaminya, Sunarna, Bupati Klaten periode 2005-2015, soal pelantikan itu.

Terkait nama-nama calon pejabat organisasi perangkat daerah Klaten yang hendak dilantik malam itu, Mulyani mengatakan tidak tahu. Ia merasa tidak dilibatkan oleh Hartini. Karena Hartini ditangkap KPK, pelantikan itu ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

KPK menangkap Hartini pada Jumat siang, beberapa jam sebelum rencana pelantikan tersebut. Hartini ditetapkan sebagai tersangka bersama Suramlan, Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten.

Saat penangkapan, KPK menyita uang Rp 2 miliar di rumah dinas bupati. Minggu (1/1), tim KPK kembali menggeledah rumah dinas bupati. Di lemari di kamar yang diduga kamar anak Hartini ditemukan uang Rp 3,2 miliar. Tim KPK juga menemukan uang Rp 200 juta di lemari di kamar Hartini.

Dua keluarga

Hartini dan Mulyani terpilih dalam pemilihan kepala daerah pada 9 Desember 2015. Kedua orang yang dijuluki "Duo Srikandi" lantaran sama-sama memiliki nama "Sri" itu dilantik sebagai bupati dan wakil bupati pada 17 Februari 2016.

Hartini adalah istri almarhum Haryanto Wibowo, Bupati Klaten periode 2000-2005. Sebelum menjabat bupati, Hartini menjabat wakil bupati (2010-2015) mendampingi Sunarna, suami Mulyani. Pada Pilkada 2015, Sunarna tidak bisa maju lagi karena sudah menjabat selama dua periode.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daging Kelelawar Gunungkidul Tetap Diburu Pembeli

Daging Kelelawar Gunungkidul Tetap Diburu Pembeli

Regional
Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Regional
2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

Regional
Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Regional
Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Regional
Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Regional
Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Regional
Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Regional
Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Regional
Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Regional
Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Regional
Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Regional
Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Regional
Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X