Pedagang di Stasiun Tugu Pasrah Lapaknya Ditertibkan PT KAI

Kompas.com - 26/12/2016, 16:25 WIB
Para pedagang saat mengemasi barang-barangnya setelah lapak daganganya di tertibkan oleh PT KAI Daop VI Kontributor Yogyakarta, Wijaya KusumaPara pedagang saat mengemasi barang-barangnya setelah lapak daganganya di tertibkan oleh PT KAI Daop VI
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik warung di sisi Selatan Stasiun Tugu Yogyakarta mengaku pasrah lapak daganganya ditertibkan oleh PT KAI Daop VI. Pedagang juga telah mendapatkan ganti rugi dari PT KAI Daop VI sebesar Rp 3,2 juta.

"Saya jualan di sini sudah sejak tahun 1994," ujar Owi, salah satu pedagang, Senin (26/12/2016).

Owi yang merupakan warga Sosromenduran Timur mengaku setiap hari berjualan makanan. Warung di Selatan Stasiun Tugu Yogyakarta merupakan satu-satunya mata pencahariannya.

"Ini satu-satunya mata pencaharian saya. Gimana lagi, pasrah saja," tegasnya.

Baca juga: Percantik Kawasan Stasiun Tugu, PT KAI Tertibkan Lapak Pedagang

Menurutnya, sebelum pembongkaran, dirinya sudah mendapat tiga surat peringatan dari PT KAI Daop VI. Ia juga telah mendapatkan ganti rugi dari pihak PT KAI Daop VI.

"Sempat dapat surat tiga kali. Saya dapat ganti rugi sebesar Rp 3,2 juta," tandasnya.

Owi mengungkapkan belum memiliki rencana akan berjualan dimana setelah warungnya ditertibkan PT KAI Daop VI.

"Belum tahu mau pindah kemana. Belum ada rencana," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT KAI Daop VI melakukan penertiban lapak pedagang yang berada sebelah sisi Selatan kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta.

Penertiban ini bertujuan untuk mempercantik stasiun Tugu, sekaligus memungsikan kembali trotoar dan mengantisipasi kemacetan saat hari libur seperti Natal dan tahun baru.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X