Toleransi Beragama pada Peringatan Korban Tsunami Aceh

Kompas.com - 26/12/2016, 15:53 WIB
Peserta membaca shalat badar dalam rangka memperingati 12 tahun tsunami di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Krueng Mane, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Senin (26/12/2016) Kontributor Lhokseumawe, Masriadi Peserta membaca shalat badar dalam rangka memperingati 12 tahun tsunami di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Krueng Mane, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Senin (26/12/2016)
|
EditorFarid Assifa

MEULABOH, KOMPAS.com - Toleransi umat beragama semakin kental dirasakan oleh warga Meulaboh keturunan etnis Tionghoa saat melakukan ziarah ke kuburan massal korban gempa dan tsunami di Desa Suak Indra Puri, Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat.

“Keluarga kami banyak yang menjadi korban gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004 lalu, sehingga setiap tahunnya kami selalu mengunjungi lokasi kuburan massal korban tsunami yang ada di Aceh Barat," kata Fransisca (29), warga Meulaboh keturunan tionghoa kepada wartawan, Senin (26/12/16).

Baca juga: 12 Tahun Tsunami, Gampong Pasir Bangun Tugu 603 Nama Korban

Friansisca dan ibunya, Lilian (60), mengaku pada peringatan 12 tahun gempa dan tsunami kali ini, nilai toleransi umat beragama di Aceh Barat semakin terasa. Pasalnya, pada awal-awal tahun peringatan pasca-gempa dan tsunami, mereka tidak bisa berdoa sesuai keyakinannya, namun kali ini berbeda.


“Dulu diawal-awal peringatan gempa dan tsunami kami hanya datang membawa diri dan berdoa dalam hati. Tapi sejak beberapa tahun belakangan ini sampai hari ini kami sudah diperbolehkan melakukan ritual dengan cara dan keyakinan kami. Kami ucapkan terima kasih sekali kepada seluruh warga Aceh Barat," ucapnya.

Meski 12 tahun sudah gempa dan tsunami Aceh berlalu, namun bagi sebagian warga di Kabupaten Aceh Barat yang berhasil selamat dari musibah dahsyat pada 26 Desember 2004 silam itu seolah baru saja terjadi. Mereka terlihat tak kuasa menahan kesedihan saat mengenang keluarga dan harta benda mereka telah hilang seketika dalam musibah besar tersebut.

“Walaupun sekarang sudah 12 tahun gempa dan tsunami, tapi saat melakukan ziarah pada hari peringatan setiap tahunnya terasa seolah-olah baru saja terjadi, karena kenangan terhadap keluarga yang menjadi korban tsunami sampai kapanpun tak dapat dilupakan," kata Sri Wahyuni, warga Meureubo, usai melakukan doa di lokasi kuburan massal korban tsunami.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jatuh Cinta pada Cokelat, Priscilla Jual Cokelat Rasa Rendang, Kopi, dan Kelapa

Jatuh Cinta pada Cokelat, Priscilla Jual Cokelat Rasa Rendang, Kopi, dan Kelapa

Regional
Dugaan Penyebab Remaja di Magetan Nekat Curi Motor Milik Ustaz

Dugaan Penyebab Remaja di Magetan Nekat Curi Motor Milik Ustaz

Regional
Kendalikan Inflasi, Pemprov Jabar Siap Bangun Pusat Distribusi Kebutuhan Pokok

Kendalikan Inflasi, Pemprov Jabar Siap Bangun Pusat Distribusi Kebutuhan Pokok

Regional
Diusung PDI-P, Tomy Yakin Menang di Pilkada Bulukumba, Kini Kumpulkan Dukungan Partai Lain

Diusung PDI-P, Tomy Yakin Menang di Pilkada Bulukumba, Kini Kumpulkan Dukungan Partai Lain

Regional
Presiden Jokowi Berpesan kepada Kapolda Maluku yang Baru

Presiden Jokowi Berpesan kepada Kapolda Maluku yang Baru

Regional
Ada Tugas Lain, Rektor Unnes Tak Hadiri Debat dengan Dosen yang Diduga Hina Jokowi

Ada Tugas Lain, Rektor Unnes Tak Hadiri Debat dengan Dosen yang Diduga Hina Jokowi

Regional
Gelar Pilkada, KPU Kabupaten Mojokerto Dibekali Anggaran Rp 52 Miliar

Gelar Pilkada, KPU Kabupaten Mojokerto Dibekali Anggaran Rp 52 Miliar

Regional
Kejati Babel Telusuri Kredit BRI Rp 39 Miliar yang Diduga Bermasalah

Kejati Babel Telusuri Kredit BRI Rp 39 Miliar yang Diduga Bermasalah

Regional
Perampokan dan Penyekapan di Toko Tesktil di Prabumulih Ternyata Rekayasa ART

Perampokan dan Penyekapan di Toko Tesktil di Prabumulih Ternyata Rekayasa ART

Regional
Senjata TNI Korban Helikopter MI-17 Belum Ditemukan, Polda Papua Minta Masyarakat Tak Sepelekan Imbauan

Senjata TNI Korban Helikopter MI-17 Belum Ditemukan, Polda Papua Minta Masyarakat Tak Sepelekan Imbauan

Regional
Turis China yang Bertahan di Bali Tinggal 600 Orang

Turis China yang Bertahan di Bali Tinggal 600 Orang

Regional
Tebang Kayu Jati Milik Perhutani untuk Perbaiki Rumah, Dua Warga Ditangkap

Tebang Kayu Jati Milik Perhutani untuk Perbaiki Rumah, Dua Warga Ditangkap

Regional
Warga Gunungkidul Tewas Terbakar Setelah Tabrak Kabel Listrik yang Menjuntai di Jalan, Tubuh dan Motornya Hangus

Warga Gunungkidul Tewas Terbakar Setelah Tabrak Kabel Listrik yang Menjuntai di Jalan, Tubuh dan Motornya Hangus

Regional
Pasangan Penjahit-Ketua RW di Solo Butuh 9 Bulan untuk Kumpulkan 40 Ribu KTP Pendukung

Pasangan Penjahit-Ketua RW di Solo Butuh 9 Bulan untuk Kumpulkan 40 Ribu KTP Pendukung

Regional
BPBD Tanimbar: Gempa 5,5 Magnitudo Tak Timbulkan Kerusakan

BPBD Tanimbar: Gempa 5,5 Magnitudo Tak Timbulkan Kerusakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X