Menag: Tokoh Agama dan Negara adalah Aktor Hubungan Umat Beragama

Kompas.com - 23/12/2016, 13:39 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016). Kristian ErdiantoMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com – Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan, pemuka agama dan penyelenggara negara adalah dua aktor strategis dalam penciptaan hubungan antarumat beragama.

Mereka bisa menjamin pola hubungan yang baik. Namun, kualitas hubungan umat tergantung seberapa besar penghayatan mereka dalam ajaran agamanya, ataupun pengaruh dari lingkungan sekitarnya.

“Jadi ada dua faktor, pemuka agama dan penyelenggara negara. Tokoh agama bisa saja bertindak di luar batas, maka di situlah negara perlu balance dan kontrol agar nilai agama berjalan baik,” kata Lukman di sela pembinaan Kerukunan Umat Beragama di Gedung Islamic Center Semarang, Jumat (23/12/2016).

Lukman mengatakan, kerukunan yang ada di Indonesia bukan pemberian Tuhan begitu saja. Kerukunan harus terus dirawat serta diajarkan agar generasi ke depan bisa menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Kerukunan dalam konteks berbangsa dan bernegara sendiri, kata dia, tidak mengalami tantangan yang mudah. Indonesia yang memiliki sikap religius memiliki nilai kekhasan tersendiri.

“Indonesia jelas bukan negara Islam, dan bukan negara sekuler. Nilai agama dijadikan faktor dirangkai kemajemukan. Dua bentuk relasi akan bergerak secara dinamis,” ujar politisi PPP itu.

Lukman mengatakan, relasi agama dan negara adalah relasi yang saling menguntungkan. Negara tidak bisa berjalan sendiri karena butuh spiritualitas sebagai ruh untuk menjalankan tugasnya.

Oleh karena itu, agama menjadi kebutuhan. Sebaliknya, agama perlu negara agar keberadaannya tidak di awang-awang. Agama harus juga diimplementasikan di kalangan umat.

“Agama tidak hanya difasilitasi, tapi perlu proteksi. Maka, hubungan saling mengontrol, karena negara bisa eksesif bertindak di luar batas sehingga perlu tokoh agama untuk mengontrol dan mengimbangi,” imbuhnya lagi.

Hadir dalam pembinaan ini antara lain Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta kepala Kanwil Kementerian Agama dari seluruh wilayah di Jateng.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Garut Dinilai Paling Tidak Disiplin Jaga Jarak, Begini Respons Wabup

Garut Dinilai Paling Tidak Disiplin Jaga Jarak, Begini Respons Wabup

Regional
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Sudah Mulai Tahap Pasang Patok

Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Sudah Mulai Tahap Pasang Patok

Regional
Obyek Wisata Pulo Kodok Tegal Rusak Dihantam Tongkang Batu Bara

Obyek Wisata Pulo Kodok Tegal Rusak Dihantam Tongkang Batu Bara

Regional
Rekor Penambahan Kasus Covid-19 Wonogiri, Sehari Bertambah 207 Pasien

Rekor Penambahan Kasus Covid-19 Wonogiri, Sehari Bertambah 207 Pasien

Regional
3 Kolam Renang Air Panas di Garut Disegel Satgas Covid-19

3 Kolam Renang Air Panas di Garut Disegel Satgas Covid-19

Regional
KPU Akan Umumkan 16 Kepala Daerah Terpilih di Jawa Timur, Ini Rinciannya...

KPU Akan Umumkan 16 Kepala Daerah Terpilih di Jawa Timur, Ini Rinciannya...

Regional
Kakek Renta di Bandung Digugat Anaknya Rp 3 Miliar, Dedi Mulyadi Siap Bela

Kakek Renta di Bandung Digugat Anaknya Rp 3 Miliar, Dedi Mulyadi Siap Bela

Regional
Seorang Ibu Nekat Jadi Pengedar Sabu Setelah Dibujuk Anaknya yang Dipenjara, Ini Alasannya

Seorang Ibu Nekat Jadi Pengedar Sabu Setelah Dibujuk Anaknya yang Dipenjara, Ini Alasannya

Regional
Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Regional
Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Regional
Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Regional
Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Regional
Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Regional
UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

Regional
Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X