Menteri Agama Serahkan Pengusutan Kasus "Haji Filipina" kepada Polisi

Kompas.com - 26/10/2016, 20:05 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin Lukman saat meresmikan Masjid Fajar Falah Darurrochman di Pondok Pesantren API Asri Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/10/2016). Kompas.com/Ika FitrianaMenteri Agama Lukman Hakim Saefuddin Lukman saat meresmikan Masjid Fajar Falah Darurrochman di Pondok Pesantren API Asri Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/10/2016).
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyerahkan sepenuhnya kasus jemaah haji Indonesia berpaspor Filipina ke pihak kepolisian untuk proses hukum selanjutnya.

Adapun ratusan jemaah haji yang dimaksud seluruhnya sudah kembali ke daerahnya masing-masing.

"Kasus tersebut sekarang menjadi urusan polisi untuk mengusutnya. Siapa saja pihak-pihak di belakang (kasus) itu dan melanggar hukum nanti akan diproses secara hukum," ujar Lukman seusai meresmikan Masjid Fajar Falah Darurrochman di Pondok Pesantren API Asri Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/10/2016).

Baca juga: Polri Akan Minta Keterangan Jemaah Haji Indonesia yang Berangkat Lewat Filipina

Secara umum, Lukman menuturkan bahwa seluruh proses pemberangkatan maupun pemulangan haji tahun 2016 berjalan baik. Persoalan-persoalan mendasar relatif tidak ada pada musim haji tahun ini.

Menurut dia, kelancaran proses haji tahun ini karena didukung peran serta petugas haji yang senantiasa ikhlas bekerja keras memberikan pelayanan kepada jemaah haji.

Selain itu, kerja sama antar-kementerian maupun lembaga dari pemerintah juga dinilai baik sehingga tidak ada egosektoral.

"Tidak ada egosektoral, tidak ada Kementerian Agama, tidak ada Kementerian Kesehatan, tidak ada Kementerian Luar Negeri, semua menyatu menjadi 'Petugas Indonesia'," tandas Lukman.

Kepatuhan para jemaah haji Indonesia juga dianggap menjadi faktor kelancaran penyelanggaraan haji Indonesia tahun ini.

Lukman berharap, kuota haji Indonesia tahun 2017 mendatang akan kembali normal tanpa ada potongan 20 persen seperti pada tahun sebelumnya.

"Kami harapkan kuota haji tahun depan bisa normal, tanpa pemotongan 20 persen," ujar Lukman.

Dengan demikian, sebut Lukman, sekitar 38.000 orang calon jemaah haji bisa kembali menjadi tambahan kuota yang sekarang.

"Kalau ditambah 38.000 sekian, maka jumlah kuota kembali normal menjadi sekitar 211.000 orang," papar Lukman.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Pedagang Pasar Ciranjang, seperti Mimpi 2 Kali Jadi Korban Kebakaran

Cerita Pedagang Pasar Ciranjang, seperti Mimpi 2 Kali Jadi Korban Kebakaran

Regional
Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Regional
Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Regional
Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Regional
Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X