Kompas.com - 24/10/2016, 16:05 WIB
Nampak tim KPK sementara menenteng koper masuk ke Mako Brimob Detasemen C Pelopor Madiun untuk memeriksa para saksi kasus korupsi Pembangunan Pasar Besar Kota Madiun senilai Rp 76,5 milyar, Jumat ( 21 / 10 / 2016) Kontributor Madiun, Muhlis Al AlawiNampak tim KPK sementara menenteng koper masuk ke Mako Brimob Detasemen C Pelopor Madiun untuk memeriksa para saksi kasus korupsi Pembangunan Pasar Besar Kota Madiun senilai Rp 76,5 milyar, Jumat ( 21 / 10 / 2016)
|
EditorFarid Assifa

MADIUN, KOMPAS.com - Setelah memeriksa sembilan saksi pekan lalu, tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa enam orang saksi dalam kasus korupsi pembangunan Pasar Besar Madiun senilai Rp 76,5 miliar di Mako Brimob Madiun, Senin (24/10/2016).

Satu dari enam saksi yang diperiksa dalam kasus yang menyeret Wali Kota Madiun Bambang Irianto sebagai tersangka itu adalah mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Madiun Trubus Reksodirejo.

Baca juga: Korupsi Pasar Besar, KPK Periksa 9 Pejabat Pemkot Madiun

Juru Bicara KPK, Yuyuk Andriari, yang dihubungi Kompas.com, Senin (24/10/2016) siang, mengatakan Trubus diperiksa lantarannya perannya saat itu sebagai Kadis PU tahun 2006 hingga tahun 2010.

"Saat ini Trubus Reksodiredjo menjabat direktur BUMD Aneka Usaha Madiun," kata Yuyuk.

Sementara lima orang saksi yang diperiksa lainnya, yakni Zainuddin Thohir sebagai notaris Bambang Irianto, Asngali yang berprofesi sebagai dosen, dan Budi Waluyo sebagai sekretaris Pajak Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun.

Lalu Kurnia dan Dewo, pihak swasta yang berhubungan dalam pembangunan pasar tersebut.

Seperti sembilan saksi sebelumnya, pemeriksaan enam saksi ini dilakukan penyidik KPK di Markas Detasemen C Pelopor Sat Brimob Polda Jawa Timur yang beralamat di Jalan Yos Sudarso Nomor 90, Kota Madiun.

Pemeriksaan enam saksi itu dimulai pukul 09.00 WIB. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara tertutup dan wartawan tidak diperbolehkan masuk ke Markas Brimob.

Seusai menetapkan Wali Kota Madiun Bambang Irianto sebagai tersangka, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mulai menggilir satu persatu pejabat Pemkot Madiun untuk diperiksa sebagai saksi di Mako Brimob Detasemen C Pelopor Madiun.

Sebagai langkah awal, tim memeriksa sembilan pejabat sebagai saksi dalam kasus korupsi proyek pembangunan Pasar Besar Madiun tahun anggaran 2009-2012 senilai Rp 76,5 miliar, Jumat (21/10/ 2016).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X