Warga Bisa Jawab Soal Alat Kontrasepsi, Jokowi Beri Hadiah Sepeda

Kompas.com - 10/10/2016, 19:41 WIB
Presiden Joko Widodo Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo
EditorCaroline Damanik

BANTUL, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo memberikan hadiah tiga unit sepeda kepada tiga warga dalam kunjungan kerjanya ke Kampung Keluarga Berencana, Dusun Jasem, Desa Srimulyo Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (10/10/2016).

"Saya minta ada yang maju untuk saya ajak omong-omong atau saya kasih pertanyaan. Kalau yang mau maju saya kasih sepeda," kata Jokowi di sela sambutannya sebelum memberikan hadiah kepada warga.

Setelah Jokowi melontarkan pernyataan tersebut, sontak seluruh warga yang hadir dalam acara tersebut antusias untuk berebut maju ke podium sambil tunjuk jari seperti yang diinstruksikannya.

Namun, karena sepeda yang disediakan berjumlah tiga unit, maka Presiden hanya memberikan kesempatan bagi tiga warga, mereka di antaranya Mbah Mitro, warga Jasem Desa Srimulyo, Mulyani, warga Onggopatran Srimulyo, dan Suratman, warga Jasem.

Kepada Mbah Mitro yang mengakui punya empat putra tersebut, Jokowi memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan gizi yaitu agar menyebutkan tiga sumber protein yang bisa dan bagus diberikan kepada anak-anak. Dia menjawab, daging, telur dan tahu tempe.

"Silakan ambil sepedanya," kata Jokowi.

Kesempatan kedua diberikan kepada Mulyani yang diminta oleh Presiden untuk menyebutkan empat alat kontrasepsi yang mendukung program KB seperti yang diterapkan di kampung tersebut.

Dengan percaya diri, warga tersebut menjawab IUD, implan, pil KB dan suntik KB. Mendengar jawaban itu, Jokowi kemudian bertanya kepada Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty yang juga hadir mendampingi Jokowi dalam kunjungannya itu.

"Bagaimana Pak Dokter?" tanya Jokowi ke Kepala BKKBN.

"Silakan bawa sepedanya," kata Jokowi setelah jawaban tersebut dibenarkan Kepala BKKBN.

Selanjutnya, sepeda gunung dengan tipe yang sama diberikan kepada Suratman setelah menyebutkan 10 nama kabupaten/kota di Indonesia, meski sebelumnya sempat diminta menyebut seratus nama, akhirnya diturunkan karena merasa tidak sanggup menjawab.

Sebagai penutup sambutan, Jokowi berpesan agar program Kampung KB terus digalakkan. Menurut dia, kalau Indonesia ingin menjadi bangsa dan negara yang maju, perubahan harus dimulai dari keluarga, keluarga yang direncanakan.

"Saya minta Pak Chandra (Kepala BKKBN) untuk terus mengawal program KB ini, pastikan makin banyak keluarga yang mengikuti dan perhatian khusus perlu diberikan kepada keluarga baru, supaya dari awal mereka tidak salah langkah dalam membangun sebuah keluarga," katanya.

Baca tentang


Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Regional
Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Regional
'Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia'

"Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia"

Regional
Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Regional
Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Regional
'Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan'

"Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan"

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Regional
Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi 'Memory Card' Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi "Memory Card" Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Regional
Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Regional
Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Regional
871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

Regional
Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Regional
Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Regional
Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Regional
PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X