Kompas.com - 04/10/2016, 17:49 WIB
Puluhan warga dari sejumlah kecamatan di Aceh Utara berdemo  Kantor DPRK Aceh Utara, Selasa (4/10/2016) Kontributor Lhokseumawe, Masriadi Puluhan warga dari sejumlah kecamatan di Aceh Utara berdemo Kantor DPRK Aceh Utara, Selasa (4/10/2016)
|
EditorCaroline Damanik

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Puluhan warga dari sejumlah kecamatan di Aceh Utara, Selasa (4/10/2016), berdemo ke tiga kantor, yaitu Kantor Bank BNI Syariah Cabang Lhokseumawe, Kantor Bupati Aceh Utara dan Kantor DPRK Aceh Utara.

Mereka menuntut ganti rugi lahan yang digarap di sekitar Waduk Krueng Keureuto, warga lokal menyebutkan Waduk Jokowi karena diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, segera dibayar.

Pasalnya, dua tahun menunggu ganti rugi, Bank BNI Syariah Lhokseumawe belum mentransfer ganti rugi tersebut. Mereka adalah penggarap lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Satya Agung yang berada di kawasan Desa Plu Pakam Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.

Sebagian mereka berasal dari Kecamatan Paya Bakong, Tanah Luas, Matangkuli, Lhoksukon dan Samudera Aceh Utara. Mereka berkumpul di halaman Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe bersama kuasa hukum Safwani.

Sekitar pukul 10.00 WIB, mereka memulai aksi di depan Kantor BNI SYariah Cabang Lhokseumawe. Pendemo juga membawa sejumlah spanduk poster.

Selesaikan ganti rugi tanah hak masyarakat atas pembangunan waduk keureuto, tolong jangan dihambat pembayaran ganti rugi tanah masyarakat,” demikian bunyi tulisan pada salah satu poster.

Dalam orasinya, warga menyebutkan dana dari Pemerintah Aceh yang berusmber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) sudah ditransfer ke PT Satya Agung, dan perusahaan tersebut sudah menyetor dana itu kepada buku tabungan penggarap lahan di Bank BNI Syariah Cabang Lhokseumawe.

Namun, sampai sekarang, dana tersebut belum bisa digunakan warga yang menggarap lahanya.

“Padahal setiap nasabah mendapatkan buku tabungan dari bank, tapi kenapa buku tersebut tidak diberikan kepada kami. Kami ingin melihat buku tersebut, tapi sampai sekarang belum diberikan. Kami minta pihak bank BNI juga segera menyetor dana ganti rugi lahan kami ke dalam buku,” ujar orator aksi itu, Sulaiman.

Sementara itu, Kepala Cabang BNI Syariah Lhokseumawe, Yunan Siregar, menyebutkan penundaan transfer dana itu atas permintaan Pemerintah Aceh Utara dan Kejaksaan Tinggi Aceh.

“Jadi silakan tanyakan ke Pemda,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X