Kota Malang Anggarkan Rp 7 Miliar untuk Warga Miskin yang Tidak Punya KIS

Kompas.com - 22/09/2016, 22:37 WIB
Warga menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diserahkan secara simbolis oleh Presiden Joko Widodo di Kantor Pos Kampung Melayu, Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015). KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESWarga menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diserahkan secara simbolis oleh Presiden Joko Widodo di Kantor Pos Kampung Melayu, Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015).
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, menyediakan anggaran sebesar Rp 7 milliar untuk membiayai pengobatan warga miskin yang tidak masuk ke program Kartu Indonesia Sehat (KIS) oleh Kementerian Sosial.

"Kita anggarkan Rp 7 milliar tahun ini. Dari angka itu sebulan pemakaian rata-rata Rp 800 juta. Jadi akan dibiayai penuh oleh pemerintah asal bisa membuktikan bahwa tidak mampu," kata Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Malang, Sumarjono, Kamis (22/9/2016).

Sebelumnya, Dinas Sosial Kota Malang mencoret sejumlah penerima program KIS. Ada sekitar 6.000 penerima KIS yang dicoret. Alasannya, mereka tidak memenuhi syarat untuk dimasukkan ke daftar penerima bantuan dari Kementerian Sosial itu.

"Ketika dilakukan verifikasi, sebanyak 6.000 itu sudah tidak memenuhi kriteria. Jadi dicoret," kata Kepala Dinas Sosial Kota Malang, Sri Wahyuningtyas dalam kesempatan yang sama.

Ada berbagai kriteria miskin yang ditetapkan oleh Dinas Sosial dalam melakukan verifikasi. Salah satunya adalah kondisi rumah yang masih berlantai tanah, penghasilan Rp 600.000 per bulan dan hanya memakan daging dua kali dalam setahun.

Dari verifikasi tersebut ditemukan bahwa 6.000 warga yang ada di dalam daftar tidak memenuhi kriteria sebagai penerima KIS. Selain karena sudah mampu, ada juga yang sudah meninggal dan pindah domisili.

"Ada yang ketika di verifikasi ke rumahnya sudah tidak ditemukan orangnya," jelasnya.

Saat ini, pemegang KIS di Kota Malang berjumlah 129.070 orang. Jumlah tersebut merupakan hasil dari verifikasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X