Kompas.com - 22/09/2016, 17:38 WIB
EditorCaroline Damanik

SAMARINDA, KOMPAS — RS (49), anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, positif mengonsumsi sabu sesuai hasil tes urine oleh Kepolisian Resor Kota Samarinda.

Tes ini menyusul penangkapan RS di sebuah karaoke di kota itu pada Senin (19/9/2016) malam. Saat ditangkap, disita pula sabu 1,9 gram. RS ditangkap bersama AK, temannya.

”Dari tes urine positif. Sejauh ini, RS pengguna, bukan pengedar. Ia mengaku mendapat sabu dari temannya. Alasan itu selalu dipakai oleh mereka yang tertangkap,” ujar Kepala Polresta Samarinda Komisaris Besar M Setyobudi Dwiputro, Rabu (21/9).

Saat berada dalam karaoke itu, RS dan AK meminta ditemani dua ladies (wanita pendamping karaoke). RS juga memesan minuman keras. RS tak tahu bahwa polisi menggelar razia.

”Ini sebenarnya razia rutin, bukan sengaja mengincar (RS). Kami merespons informasi dari masyarakat sehingga kembali merazia tempat karaoke itu. Dari tas RS, kami temukan sabu seberat 1,9 gram, yang diakui RS sebagai miliknya,” ujar Setyobudi.

Ketua DPRD Kukar Salehuddin kaget dan prihatin mengetahui RS ditangkap. Ia menyerahkan pada proses hukum.

”Karena ini menyangkut urusan personal, maka secara kelembagaan, kami tidak memberikan bantuan hukum,” katanya.

Salehuddin juga meminta partai yang bersangkutan, yakni Gerindra, secepatnya mengambil keputusan. Merujuk pada asas hukum praduga tak bersalah, RS baru bisa dinonaktifkan setelah berstatus terdakwa dan diberhentikan ketika dinyatakan bersalah di pengadilan.

”Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat, semua anggota DPRD Kukar siap tes urine. Bahkan, sebenarnya beberapa kali kami meminta tes itu dilakukan, tetapi belum. Jadi, pada dasarnya, kami tidak melindungi anggota yang bersalah,” katanya.

Di Kalimantan Tengah, Badan Narkotika Nasional Kota Palangkaraya menangkap satu pengedar sabu berinisial AB (36). Barang bukti sabu seberat 198 gram disita saat itu.

”Pelaku merupakan jaringan lintas provinsi. Sabu ini berasal dari wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan,” kata Kepala Seksi Pemberantasan BNN Kota Palangkaraya Komisaris Aning Priyandari, Selasa (20/9) malam.

Aning mengatakan, AB ditangkap di rumah kos yang terletak di Jalan Betutu, Palangkaraya, Selasa pukul 19.00.

”Sabu sekitar 2 ons itu disembunyikan di halaman kos dengan ditimbun daun-daun pisang kering. Pelaku juga melawan dan mencoba kabur,” katanya.

Menurut Aning, sabu yang disita dari AB itu merupakan tangkapan terbesar selama ini dengan nilai mencapai Rp 500 juta. ”Sabu ini tidak hanya dijual di daerah Palangkaraya, tetapi juga ke wilayah kabupaten-kabupaten di Kalimantan Tengah,” ujarnya. (PRA/DKA)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 22 September 2016, di halaman 15 dengan judul "Politisi Gerindra Positif Narkoba".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Regional
Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.