Pemuda yang Mengidap Kanker dan Tinggal di Kolong Rumah Warga Meninggal Dunia

Kompas.com - 15/09/2016, 17:06 WIB
|
EditorCaroline Damanik

PINRANG, KOMPAS.com - Andy alias Using (30), pemuda yang diduga mengidap kanker ganas di dadanya dan hidup sebatang kara tanpa pertolongan dokter, meninggal dunia, Kamis (15/9/2016) petang.

Sejak sakit sebulan terakhir, Using hidup menumpang di kolong rumah. Warga sudah mengumpulkan dana sumbangan secara patungan untuk membawa Using ke rumah sakit. Namun karena penyakit kanker yang dideritanya sudah terlanjur parah, Using akhirnya meninggal dunia sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit.

Using dikebumikan di pemakaman Madimeng, Kamis (15/9/2016). Jenazahnya diantar ke pemakaman oleh ratusan warga yang bersimpati dengan kehidupan pria ini.

Salah satu warga mengatakan, karena kanker yang dideritanya, dada Using tampak berlubang dan terus mengeluarkan nanah. Sejak menderita sakit dan tak mampu lagi berjalan, Using hanya bisa duduk sandar di kursi tua siang dan malam untuk melawan rasa sakit tanpa penanganan dokter.

Using diketahui sempat tak sadarkan diri selama beberapa hari karena melawan rasa sakit akibat serangan kanker di badannya. Bahkan Using yang tak sadarkan diri sempat buang kotoran di tempat hingga pemilik rumah dan sanak tetangga yang prihatin ikut turun tangan membantu mengurusnya.

Selama ini, Using dikenal pendiam dan memiliki ketrampilan pertukangan kayu dan batu ini diketahui banyak menolong warga secara sukarela.

Berkat ketulusan Using menolong sanak tetangga itulah yang membuat banyak warga dan sanak tetangga yang bersimpati datang melayat dna mengantarkan jenazahnya ke pemakaman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya diberitakan sebelumnya, Usiang kerap terpaksa membuang kotorannya sendiri di tempat tidur karena tak mampu lagi berjalan ke kloset hanya sekedar untuk buang kotoran. Meski membutuhkan pertolongan agar dia sembuh, namun Using menolak dibawa ke rumah sakit karena alasan biaya.

Pemilik rumah dan sanak tetangga yang prihatin dengan kondisi kehidupan Using yang sedang sakit parah berulang kali mengajak Using naik ke rumahnya namun karena alasan tak ingin memberatkan orang lain, Using memilih hidup sendiri di kolong rumah melawan penyakit kanker yang menggerogoti badannya.

Sejak terbaring sakit, pemilik rumah dan sanak tetangga yang prihatin mengupayakan kesembuhannya dengan cara memberi obat tradisional seperti kunyit dan lengkuas agar luka di dada dan nanah yang terus menetes bisa dihentikan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.