Warga 6 Desa di Lampung Deklarasikan Pasukan Jihad Sanitasi

Kompas.com - 23/08/2016, 16:03 WIB
|
EditorFarid Assifa

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Enam desa di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, mendeklarasikan kampung bebas dari buang air besar sembarangan. Mereka menyebut dirinya sebagai pasukan jihad sanitasi.

Deklarasi itu dihadiri kepala kampung, tokoh agama dan bupati Pringsewu.

Enam desa atau pekon tersebut adalah Pekon Patoman, Ganjaran, Pasir Ukir, Luhusari, Sukawangi dan Pujiharjo.

Bupati Pringsewu Sujadi Sadad mengatakan bahwa dengan mengajak orang membuang tinja dengan cara yang benar merupakan bagian dari jihad.

"Jihad itu mengajak orang lain pada kebaikan bukannya ngebom ke sana ke mari," kata Sujadi, Selasa (23/8/2016).

Dia menyebutkan bahwa di kabupaten terdapat 30 persen dari sekitar 485.000 masih berprilaku buang air besar sembarangan.

"Bahkan sebelumnya, kotoran manusia digunakan untuk pakan indukan ikan lele," kata dia, Senin (23/8/2016).

Target deklarasi open defection free (terbebas buang besar sembarangan) agar perilaku ini bisa ditiru kampung lainnya.

Kepala Pekon Luhusari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Wagiman (52) mengatakan, wujud jihad yang dilakukannya memberi kesadaran dan memacu warga untuk tidak lagi buang air besar di sungai atau di kebun.

"Tak sekadar itu, tapi kami warga secara bergotong-royong membantu warga lainnya yang akan membangun jamban sehat di rumahnya," ujar dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X