Kompas.com - 21/07/2016, 10:43 WIB
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Laksono Hari WiwohoBupati Purwakarta Dedi Mulyadi
|
EditorCaroline Damanik

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Canda dan tawa mengiringi pertemuan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan sejumlah anak muda dari Jakarta dan Bandung, Rabu (20/7/2016) malam.

Anak-anak muda itu berasal dari beragam kalangan, mulai dari blogger, pegiat sosial media, sutradara film, dan juga para pendiri gerakan pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau "Teman Ahok".

Pertemuan itu digelar atas undangan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Mereka diundang untuk menghadiri sidang paripurna istimewa DPRD Purwakarta di Alun-alun Purwakarta pada Rabu malam.

Sidang ini sengaja dilakukan di ruang terbuka sehubungan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke -185 wilayah Purwakarta dan HUT ke-48 terbentuknya Kabupaten Purwakarta.

(Baca juga: Rayakan HUT Purwakarta, DPRD Gelar Sidang Paripurna di Ruang Terbuka)

Dalam bincang-bincang selama kurang lebih setengah jam, Dedi yang mengenakan pakaian tradisional tanpa mengenakan alas kaki berbicara santai dengan para undangan dalam ruangannya yang dipenuhi lukisan, wayang, dan benda-benda seni lainnya.

Pendiri "Teman Ahok", Amalia Ayuningtyas, yang duduk paling dekat dengan Dedi, menjadi orang pertama yang bertanya kepada Dedi. Dia menanyakan soal gaya kepemimpinan Dedi, termasuk gaya dekorasi ruang pertemuan tersebut.

Menjawab itu, Dedi mengatakan bahwa dia selalu berprinsip bahwa energi di sekitar manusia memberikan kesempatan kita untuk berinteraksi dan melahirkan ide dan pikiran. Energi itulah yang sering dia gunakan untuk memunculkan gagasan-gagasan imajinatif dan spontan, seperti mendesain taman dan kolam untuk warga.

Dedi mengatakan, jika memahami betul interaksi alam dan segala ciptaan Tuhan di bumi, maka manusia sejatinya dapat memanfaatkannya untuk membuahkan hasil positif.

"Saya itu enggak pake konsultan. Semuanya itu lahir dari perasaan. Bikin ruangan itu imajinatif, jadi semua lahir secara tiba-tiba," kata Dedi.

Dedi kemudian menceritakan tentang filosofi hidup warga Sunda, yang menjunjung nilai-nilai sosial dan budaya komunal, seperti ditunjukkan oleh masyarakat Baduy.

Dengan gaya hidup seperti itu, lanjut Dedi, bukan berarti dirinya resisten terhadap perkembangan zaman di era digital.

Meski demikian, Dedi mengatakan bahwa masyarakat belum tentu siap merespons perkembangan teknologi ini dengan hidup produktif.

"Tetapi yang terjadi, masyarakat dikasih produk digital, tapi tidak diiringi dengan produksi. Hasil pertanian, peternakan, tidak bertambah. Jadinya konsumtif. Pola pikirnya yang harus diubah," ujarnya.

Rombongan "Teman Ahok" yang berjumlah tujuh orang juga menanyakan gaya bicara Dedi yang santai dan penuh canda. Ini sangat berbeda ketika mereka berbincang-bincang dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang mereka dukung sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

"Saya beda dengan Pak Ahok. Kalau Pak Ahok kan serius. Saya biasa bicara kasar, tapi disampaikan sambil ketawa. Itu seperti filosofi Sunda, ketika bicara, pesan filosofinya sampai dan bisa membuat orang ketawa," kata Dedi.

Di tengah perbincangan itu, salah satu peserta menanyakan kesiapan Dedi untuk maju sebagai calon gubernur Jawa Barat pada pemilihan kepala daerah 2018.

"Ya, tergantung elektabilitas," jawab Dedi.

Dia mengaku mendapatkan informasi bahwa elektabilitasnya sebagai calon gubernur sebesar 17 persen. Perlu kerja keras agar elektabilitasnya terkatrol.

"Itulah makanya 'Teman Ahok' ada di sini. Mungkin di sini nanti ada 'Wargi Kang Dedi' (Warga Dedi)," kata Dedi sambil tertawa.

Mendengar itu, Amalia buru-buru menyatakan bahwa ini merupakan pertemuan pertama "Teman Ahok" dengan Dedi dan tidak pernah ada pembicaraan apa pun, termasuk soal rencana mengusung Dedi sebagai cagub Jabar.

Dedi lalu menjawab pertanyaan "Teman Ahok" soal program yang belum terselesaikan selama hampir dua periode menjabat bupati, yakni program 15.000 rumah bagi warga miskin.

Sebelum menutup perbincangan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Barat itu mengatakan bahwa seandainya ia jadi mencalonkan diri sebagai gubernur, maka ia akan tetap memilih jalur partai politik, bukan jalur perorangan.

"Biar saya yang garap orangtuanya (partai politik), yang muda-muda biar 'Wargi Kang Dedi'," kata Dedi seraya diiringi ketawa.

Seusai pertemuan itu, kepada Kompas.com, Amalia mengatakan bahwa hingga kini tidak pernah ada pembicaraan apa pun antara "Teman Ahok" dan Dedi yang berhubungan dengan pilkada.

Dedi, lanjut Amalia, memang pernah menyumbang sate maranggi untuk "Teman Ahok" saat mereka merayakan pengumpulan sejuta KTP dukungan untuk Ahok di Jakarta beberapa waktu lalu. Selebihnya, tidak pernah ada perbincangan ataupun pertemuan apa pun selain perjumpaan semalam.

(Baca juga: Dedi Mulyadi Terpilih Jadi Ketua DPD Golkar Jabar secara Aklamasi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.