Saat Kakek Antar Cucu pada Hari Pertama Sekolah

Kompas.com - 18/07/2016, 10:25 WIB
Damartia Hartanto (7) siswi kelas 1 SDN 4 Penganjuran Banyuwangi diantar kakeknya Hadi Tayib (berjaket hitam) dihari pertama masuk sekolah Kontributor Banyuwangi, Ira RachmawatiDamartia Hartanto (7) siswi kelas 1 SDN 4 Penganjuran Banyuwangi diantar kakeknya Hadi Tayib (berjaket hitam) dihari pertama masuk sekolah
|
EditorCaroline Damanik

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Saat teman-temannya diantar orangtuanya pada hari pertama sekolah, Senin (18/7/2016), Dama (7), siswa kelas 1 SDN 4 Penganjuran Banyuwangi diantar oleh kakeknya.

Dia terlihat semangat menggandeng tangan kakeknya saat baris masuk ke dalam kelas.

"Seneng bisa sekolah SD diantar sama akung," katanya.

Hadi Tayib, kakek bocah tujuh tahun itu, mengaku sengaja mengantar cucunya karena kedua orangtua bekerja. Ayah dan ibunya sedang tugas keluar kota.

"Mulai TK sudah biasa saya antar. Saya enggak masalah namanya juga cucu. Biar sama kayaknya yang lain ada yang ngantar sekolah," tuturnya.

Dia juga menjelaskan bahwa cucunya sama sekali tidak takut pada hari pertama sekolah.

"Tiap hari akan saya antar, tapi kalau nungguin dalam kelas ya hari pertama saja," ungkapnya.

Sementara itu, Meitina Ventini, Direktorat Pendidikan Keluarga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan, ada 80 titik sekolah yang didatangi oleh perwakilan kementerian untuk memantau aktivitas pada hari pertama sekolah.

Hasil dari pantauan tersebut nantinya akan dilaporkan ke menteri sebagai bahan evaluasi dan kajian.

"Tadi saya sudah pesen ke orangtua agar anak sebelum sekolah harus sarapan agar konsentrasi saat belajar. Sederhana sih tapi itu penting buat anak-anak," pungkasnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Regional
'Jadi Guru Honorer Itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa'

"Jadi Guru Honorer Itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa"

Regional
Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X