Mensos: Penerima PKH Dilarang "Gaptek"

Kompas.com - 17/07/2016, 20:16 WIB
KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara pencairan dana Progran Keluarga Harapan di Kantor Pos Surabaya Selatan, Kota Surabaya, Jawa TImur, Sabtu (25/6/2016)

SIDOARJO, KOMPAS.com - Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, meminta agar masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tidak gagap teknologi (gaptek). Karena dana PKH tidak lagi disalurkan secara tunai, melainkan melalui transaksi elektronik.

"Dulu penyaluran masih tunai tidak apa-apa, tapi sekarang sudah tidak, karena menggunakan kartu, jadi penerima tidak boleh gaptek, harus menyesuaikan dengan perkembangan," kata Khofifah saat meresmikan E warung Koperasi Usaha Bersama Elektronik (KUBE) di Kelurahan Wonocoyo, Kecamatan Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (17/7/2016) sore.

Dia yakin, dengan berjalannya waktu, penerima PKH akan terbiasa menggunakan kartu transaksi elektronik yang didalamnya terdapat nominal dana program yang didapat.

Melalui kartu tersebut, penerima program bisa membelanjakan dana program dengan sembako di agen yang ditunjuk oleh Bank BNI selaku pembuat sistem transaksi elektronik.


"Ke depan, bukan hanya beras, minyak, dan gula, tapi juga bisa membeli LPG bersubsidi, dan listrik bersubsidi," terangnya.

Kartu E warung kata dia adalah terobosan untuk memotong distribusi kebutuhan pokok penerima program. Barang yang dibeli lebih murah karena disuplai langsung oleh Bulog. Peresmian E warung di Sidoarjo adalah yang kedua, dua warung sebelumnya sudah diresmikan oleh Khofifah di Kota Malang pada Juni lalu.

Tahun ini, Bank BNI menargetkan membuka 30 ribu agen E warung di seluruh Indonesia.



Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X