Kronologi Serangan Bom Bunuh Diri di Depan Mapolresta Solo

Kompas.com - 05/07/2016, 09:33 WIB
Sebuah bom bunuh diri meledak di gerbang Mapolresta, Rabu (5/7/2016). Bom menewaskan pelaku. kompas tvSebuah bom bunuh diri meledak di gerbang Mapolresta, Rabu (5/7/2016). Bom menewaskan pelaku.
Penulis Farid Assifa
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Condro Kirono membenarkan bahwa ledakan bom di depan SPKT Markas Polresta Solo pada Selasa (5/7/2016) adalah serangan bom bunuh diri.

Condro menjelaskan, saat itu pagi sekitar pukul 07.30 WIB, ada seseorang yang mencurigakan masuk ke halaman Mapolresta Solo.

Baca juga: Ledakan di Depan Polresta Solo, Serangan Bom Bunuh Diri, Satu Tewas

"Pelaku mencurigakan. Anggota Polresta yang siaga mencegatnya. Dia (pelaku) berusaha berbalik arah dan meledakkan diri," kata Condro kepada Kompas TV, Selasa.

Baca juga: Kapolda Jateng: Terlihat Mencurigakan, Pelaku Sempat Dicegat Provost Saat Masuk ke Mapolres Solo

Akibat ledakan itu, pelaku tewas di lokasi kejadian. Sementara itu, satu anggota polisi terluka.

Condro mengatakan, ledakan tersebut terbilang kecil dan tidak memakan korban jiwa lainnya selain pelaku.

Dalam kesempatan itu, Condro mengimbau kepada warga Solo agar tenang. Sebab, tidak ada rangkaian kejadian setelah peristiwa di depan Mapolresta Solo.

"Solo sekarang sudah tenang. Tidak ada rangkaian kejadian setelah kejadian satu ini saja. Kita harapkan masyarakat tenang. Anggota Polri didukung TNI dan pemda siaga dan memberikan pengamanan," tandas Irjen Condro Kirono.

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Kompas TV
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Remaja Jebolan The Voice Indonesia Ini Sudah Sering Aniaya Ibunya

Remaja Jebolan The Voice Indonesia Ini Sudah Sering Aniaya Ibunya

Regional
Pabrik Obat HIV di Semarang Mulai Beroperasi

Pabrik Obat HIV di Semarang Mulai Beroperasi

Regional
Bobol Situs Ombudsman RI, Siswa SMA di Cilacap Malah Dapat Penghargaan

Bobol Situs Ombudsman RI, Siswa SMA di Cilacap Malah Dapat Penghargaan

Regional
Polisi Kesulitan Identifikasi Pria Bertopeng Pemerkosa Siswi SD, Ini Penyebabnya

Polisi Kesulitan Identifikasi Pria Bertopeng Pemerkosa Siswi SD, Ini Penyebabnya

Regional
Pelaku 'Gojek Tuyul' Raup Rp 400 Juta dari Bonus Transaksi Fiktif

Pelaku 'Gojek Tuyul' Raup Rp 400 Juta dari Bonus Transaksi Fiktif

Regional
BPK Segera Periksa Dugaan Dana Otsus Papua yang Dideposito

BPK Segera Periksa Dugaan Dana Otsus Papua yang Dideposito

Regional
Modus Baru Penyelundupan Narkoba di Lapas, Sabu Dikemas dalam Inhaler

Modus Baru Penyelundupan Narkoba di Lapas, Sabu Dikemas dalam Inhaler

Regional
Bunuh Anak lalu Buang Jasadnya ke Gorong-gorong Sekolah, Budi Diancam 20 Tahun Penjara

Bunuh Anak lalu Buang Jasadnya ke Gorong-gorong Sekolah, Budi Diancam 20 Tahun Penjara

Regional
2 Pelajar SD Terluka Akibat Ledakan Peluru M16, 1 Korban Kondisinya Parah

2 Pelajar SD Terluka Akibat Ledakan Peluru M16, 1 Korban Kondisinya Parah

Regional
Gara-gara Uang Study Tour, Ayah Bunuh Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah

Gara-gara Uang Study Tour, Ayah Bunuh Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah

Regional
Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Regional
Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Regional
Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk 'Gojek Tuyul' di Malang

Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk "Gojek Tuyul" di Malang

Regional
Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X