Polres Trenggalek Larang Ronda Sahur dengan "Sound System"

Kompas.com - 28/06/2016, 20:55 WIB
Kapolre Trenggalek AKBP I Made Agus Prassetya (kemeja Putih) memberi arahan sekaligus melarang ronda sahur menggunakan Humas Polres TrenggalekKapolre Trenggalek AKBP I Made Agus Prassetya (kemeja Putih) memberi arahan sekaligus melarang ronda sahur menggunakan "sound system".
|
EditorFarid Assifa

TRENGGALEK, KOMPAS.com – Sejumlah warga yang diketahui melakukan grebeg sahur (ronda sahur) dengan menggunakan pengeras suara atau sound system terpaksa dihentikan oleh aparat Polres Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (28/6/2016). Alasannya, aktifitas tersebut dinilai mengganggu masyarakat.

Penghentian grebeg sahur ini dilakukan dalam sebuah operasi yang dipimpin langsung Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasetya dari pukul 01.00 WIB hingga pukul 02.30 WIB dini hari.

Penertiban ronda sahur dengan sound system ini dilakukan di beberapa daerah seperti Kecamatan Durenan, Gandusari, Pogalan hingga Kecamatan Kampak.

Operasi ini digelar untu menindaklanjuti laporan warga yang merasa terganggu oleh aktivitas ronda sahur dengan sound system dan memutar lagu dangdut koplo dengan keras. Bahkan ada beberapa warga yang menyalakan mercon atau petasan untuk membangunkan orang demi sahur.


Sejumlah warga yang terjaring operasi ini diberi pengarahan agar tidak melakukan ronda dengan menggunakan sound system besar. Warga disarankan menggunakan bunyi-bunyian tradisional dalam melaksanakan ronda sahur.

“Kami mengimbau kepada kelompok pemuda agar kembali kepada tradisi lama, yakni menggunakan kentongan atau alat tradisional saja,” imbau Agus Prasetya.

“Kentongan serta alat musik tradisional lebih cocok digunakan untuk membangunkan orang ketimbang sound system. Apalagi, ronda menggunakan sound system itu dilakukan pada jam-jam yang sebenarnya belum waktunya orang santap sahur. Sehingga, masyarakat yang bangun tidak lantas bersyukur namun mengeluh karena terlalu dini dibangunkan. Masak ronda jam 1, jam 2, sudah mulai, padahal warga kan masih ingin istirahat," jelasnya.

Kasubag Humas Iptu Adit Suparno menambahkan, membangunkan orang agar santap sahur dengan sound system dikhawatirkan menggangu ketertiban umum.

“Karena penggunaan pengeras suara tersebut justru memunculkan kesan arogan. Apalagi, setelah berinteraksi dengan mereka tercium aroma minuman keras. Sehingga, nilai –nilai luhur dalam budaya grebeg sahur otomatis tercederai oleh minuman setan. Intinya, mereka masih bisa ronda, tapi jangan menggunakan pengeras suara,” tandas Adit.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Ungkap Prostitusi yang Tawarkan Siswi SMP di Kupang

Polisi Ungkap Prostitusi yang Tawarkan Siswi SMP di Kupang

Regional
PT KAI Waspadai 15 Titik Rawan Bencana Alam di Pelintasan Kereta Api

PT KAI Waspadai 15 Titik Rawan Bencana Alam di Pelintasan Kereta Api

Regional
Kisah Pilu Balita Aina yang Menderita Kanker Kulit Langka dan Tumor Ganas di Mata

Kisah Pilu Balita Aina yang Menderita Kanker Kulit Langka dan Tumor Ganas di Mata

Regional
Amankan Natal di Bandung, 2.300 Personel Diterjunkan

Amankan Natal di Bandung, 2.300 Personel Diterjunkan

Regional
Diancam Dibunuh, Bocah 14 Tahun Dicabuli Ayah Tiri Selama 4 Tahun

Diancam Dibunuh, Bocah 14 Tahun Dicabuli Ayah Tiri Selama 4 Tahun

Regional
Curi Baut Rumah Tahan Gempa, 2 Pemuda Pengangguran Ditangkap

Curi Baut Rumah Tahan Gempa, 2 Pemuda Pengangguran Ditangkap

Regional
Gunakan Gergaji dan Kain hingga Ingin Hadiri Pernikahan Anak, Ini 4 Fakta Kaburnya Tahanan Malang

Gunakan Gergaji dan Kain hingga Ingin Hadiri Pernikahan Anak, Ini 4 Fakta Kaburnya Tahanan Malang

Regional
Banjir dan Longsor, Pemkab Limapuluh Kota Tetapkan Tanggap Darurat 7 Hari

Banjir dan Longsor, Pemkab Limapuluh Kota Tetapkan Tanggap Darurat 7 Hari

Regional
Duduk Perkara Balita Hilang dari PAUD, Dugaan Dimakan Reptil hingga Ditemukan Tanpa Kepala

Duduk Perkara Balita Hilang dari PAUD, Dugaan Dimakan Reptil hingga Ditemukan Tanpa Kepala

Regional
Ayah Hamili Putri Kandung Usia 16 Tahun dan Membawanya Kabur

Ayah Hamili Putri Kandung Usia 16 Tahun dan Membawanya Kabur

Regional
Akibat Endapan Minyak Goreng, Pabrik Tahu Terbakar

Akibat Endapan Minyak Goreng, Pabrik Tahu Terbakar

Regional
Rebutan Pohon Mangga, Dua Tetangga Dibacok, Satu Tewas

Rebutan Pohon Mangga, Dua Tetangga Dibacok, Satu Tewas

Regional
Wali Kota Bandung Keluhkan Bandara Husein Seperti Makam, Ini Jawaban Pemprov Jabar

Wali Kota Bandung Keluhkan Bandara Husein Seperti Makam, Ini Jawaban Pemprov Jabar

Regional
Libur Natal dan Tahun Baru, PT KAI Daop 5 Operasikan 3 KA Tambahan, Ini Daftarnya

Libur Natal dan Tahun Baru, PT KAI Daop 5 Operasikan 3 KA Tambahan, Ini Daftarnya

Regional
Amankan Natal dan Tahun Baru, Polres Cianjur Terjunkan Tim Penembak Jitu

Amankan Natal dan Tahun Baru, Polres Cianjur Terjunkan Tim Penembak Jitu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X