"Ngabuburit" bersama "Jogja Garuk Sampah"

Kompas.com - 23/06/2016, 10:41 WIB
KOMPAS.com / Wijaya Kusuma"Jogja Garuk Sampah" saat membersihkan area taman Plengkung Gading Kota Yogyakarta
|
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seperti biasanya, kawasan Plengkung Gading, Kota Yogyakarta, selalu dipadati kendaraan bermotor. Namun, Rabu (22/6/2016) sore di tengah-tengah ramainya lalu lalang kendaraan bermotor, tampak ada yang berbeda dengan situasi di Plengkung Gading, Kota Yogyakarta.

Di kawasan salah satu cagar budaya ini, terlihat beberapa warga Yogya mengenakan sarung tangan berwarna putih. Tangan kiri mereka menggenggam sebuah trash bag. Sambil berbincang ringan, jari-jari mereka tampak memunguti satu per satu sampah yang ada di taman depan Plengkung Gading dan dimasukkan ke dalam kantong sampah plastik (trash bag).

Tak hanya itu, di sebelah kiri taman, beberapa orang juga terlihat berusaha membersihkan tembok dan tiang listrik dari tempelan-tempelan kertas iklan. Rumput liar yang tumbuh di pinggir aspal dan trotoar tak luput dari perhatian mereka.

Satu demi satu, mereka cabut hingga trotoar dan pinggir aspal bersih dari rumput liar. Bahkan, dengan menggunakan sekop mereka membersihkan saluran-saluran air yang tertutup dengan tanah.

"Jogja Garuk Sampah" merupakan nama kegiatan yang secara rutin melakukan aksi bersih-bersih wilayah Yogyakarta.

Kegiatan yang berdiri pada Juni 2015 lalu ini berawal dari keprihatinan beberapa anak muda di Yogyakarta akan banyaknya sampah di kawasan Malioboro, titik nol, dan alun-alun Utara.

"Awalnya teman saya panggilannya Mas Willy Bike sedang di Malioboro. Lalu dengar ada wisatawan yang bisik-bisik kalau Yogya kotor, banyak sampah, tempat sampah enggak ada," ujar Bekti Maulana (16), koordinator lapangan Jogja Garuk Sampah, saat ditemui Kompas.com di kawasan Plengkung Gading, Kota Yogyakarta, Rabu (22/6/2016).

Dari komentar wisatawan itu, Willy Bike bersama beberapa teman merasa tergelitik dan berinisiatif untuk melakukan aksi bersih sampah di Jalan Malioboro, titik nol, alun-alun Utara, dan kawasan Keraton.

Awalnya kegiatan bersih sampah ini diikuti oleh beberapa komunitas sepeda yang ada di Yogyakarta. Saat bersih-bersih di titik nol, lanjutnya, kebetulan ada razia pedagang. Seorang teman melihat para pedagang yang melanggar peraturan diangkut ke dalam truk. Dari situlah, karena kegiatannya mengangkut sampah, lantas ada ide menamai komunitas dengan Garuk Sampah.

"Kalau di Yogya razia itu istilahnya garukan. Nah, kita kan mengangkut sampah lalu disepakati aja namanya Jogja Garuk Sampah," tegasnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Orang Bawa Senjata Tajam, Ambil Paksa Jenazah PDP, Rumah Sakit: Apa Mau Diperbuat?

Ratusan Orang Bawa Senjata Tajam, Ambil Paksa Jenazah PDP, Rumah Sakit: Apa Mau Diperbuat?

Regional
Viral Video Keluarga Ambil Paksa Jenazah PDP dari RS, Datang 100 Orang dan Bawa Senjata Tajam

Viral Video Keluarga Ambil Paksa Jenazah PDP dari RS, Datang 100 Orang dan Bawa Senjata Tajam

Regional
Wali Kota Pontianak: Hampir 50 Persen Pasien Corona Sudah Sembuh

Wali Kota Pontianak: Hampir 50 Persen Pasien Corona Sudah Sembuh

Regional
Gubernur Kalbar Pastikan Masjid Raya Mujahidin Siap Gelar Shalat Jumat

Gubernur Kalbar Pastikan Masjid Raya Mujahidin Siap Gelar Shalat Jumat

Regional
Wakil Wali Kota Surabaya Dikabarkan Berstatus ODP, Gugus Tugas Tracing dan Tes Swab

Wakil Wali Kota Surabaya Dikabarkan Berstatus ODP, Gugus Tugas Tracing dan Tes Swab

Regional
La Nyalla Bakal Lapor Jokowi soal Konflik Bupati dengan DPRD Jember

La Nyalla Bakal Lapor Jokowi soal Konflik Bupati dengan DPRD Jember

Regional
Rumah Ibadah Dibuka 5 Juni, Walkot Balikpapan Keluarkan Edaran Panduan Beribadah

Rumah Ibadah Dibuka 5 Juni, Walkot Balikpapan Keluarkan Edaran Panduan Beribadah

Regional
20 Tenaga Medis RS Unair Surabaya yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

20 Tenaga Medis RS Unair Surabaya yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Regional
Misteri Hilangnya Speedboat di Laut Maluku, Angkut Pemain Bola, Pesawat TNI AU Dikerahkan Sisir Lautan

Misteri Hilangnya Speedboat di Laut Maluku, Angkut Pemain Bola, Pesawat TNI AU Dikerahkan Sisir Lautan

Regional
Jelang New Normal Batam, Perusahaan yang Langgar Protokol Kesehatan Akan Didenda

Jelang New Normal Batam, Perusahaan yang Langgar Protokol Kesehatan Akan Didenda

Regional
Gempa Aceh 4,8 Magnitudo Kamis Pagi, BMKG Waspada Potensi Gempa Susulan

Gempa Aceh 4,8 Magnitudo Kamis Pagi, BMKG Waspada Potensi Gempa Susulan

Regional
Pemkot Banjarmasin Mulai Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Ada Sanksi Fisik untuk Pelanggar

Pemkot Banjarmasin Mulai Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Ada Sanksi Fisik untuk Pelanggar

Regional
Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Regional
Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Regional
Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X