Tak Masuk Kerja Selama 46 Hari, Seorang PNS di Wonosobo Dipecat

Kompas.com - 10/06/2016, 16:38 WIB
|
EditorFarid Assifa

WONOSOBO, KOMPAS.com - Seorang orang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dipecat karena dinilai tidak disiplin bekerja.

PNS itu diketahui tidak masuk kerja selama 46 hari dalam kurun waktu setahun terakhir.

Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagyo mengatakan, pemecatan itu merupakan bentuk sanksi tegas pemerintah bagi pegawai yang terbukti melanggar disiplin institusinya.

Sebelumnya, kata Agus, pihaknya sudah melakukan upaya pembinaan sebelum kemudian sanksi itu dijatuhkan.

"Yang bersangkutan tidak masuk kerja melebihi batas waktu akumulasi setahun, yaitu 46 hari. Kami telah memberikan pembinaan namun dia terus mangkir,” ujar Agus tanpa menyebut identitas PNS itu, Jumat (10/6/2016).

Agus menyatakan, hukum disiplin PNS mutlak ditegakkan demi memberikan pamahaman kepada setiap pegawai. Apalagi PNS itu berasal dari unsur pendidik yang semestinya memberikan teladan baik bagi anak-anak didik dan masyarakat.

“Sebenarnya memang cukup berat untuk menjatuhkan sanksi, terlebih ini di bulan puasa, namun saya telah menandatangani Surat Keputusan (SK) tersebut dengan pertimbangan matang, dan didasari bukti kuat bahwa yang bersangkutan memang layak diberikan hukuman,” tegas Agus.

Selain pemecatan, pihaknya juga memberikan sanksi penurunan jabatan kepada salah seorang tenaga kesehatan yang berstatus PNS di lingkunan pemkab setempat. PNS itu akan diberikan pembinaan secara intensif.

“Turun dari jabatan fungsional menjadi staf biasa, dan kini dalam masa pembinaan intensif,” lanjut Agus.

Ia berharap sanksi tegas bagi setiap PNS akan menjadi peringatan agar mereka benar-benar bersedia menaati apa yang telah diatur, termasuk dalam hal kedisiplinan dan tata kerja sebagai abdi negara.

Asisten Administrasi Setda Kabupaten Wonosobo, Sumaedi, menambahkan, setiap PNS sebagai aparatur sipil negara (ASN) telah diikat sembilan jalur disiplin. Pihaknya menampik, adanya penerapan sanksi tegas tersebut berkaitan dengan wacana rasionalisasi PNS yang tengah hangat.

Sebelum dua PNS itu, kata Agus, ada 4 PNS yang juga menerima sanksi berupa hukuman disiplin.

“Waktunya saja yang mungkin berdekatan, sehingga seolah-olah berkaitan dengan rasionalisasi PNS, tapi hal ini memang tidak berkaitan sama sekali," ucap Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.