Oplos Daging Sapi dengan Daging Babi, Seorang Pedagang di Surabaya Diamankan

Kompas.com - 26/05/2016, 17:23 WIB
Barang bukti daging babi yang dicampur ke daging sapi diamankan Polda Jatim, Kamis (26/5/2016) KOMPAS.com/Achmad FaizalBarang bukti daging babi yang dicampur ke daging sapi diamankan Polda Jatim, Kamis (26/5/2016)
|
EditorErlangga Djumena

SURABAYA,  KOMPAS.com - Pedagang daging "nakal" di pasar tradisional Surabaya dibekuk Polda Jatim jelang bulan puasa. Dia menjual daging sapi yang dioplos atau dicampur dengan daging babi.

SRY (52) diamankan saat tim Dinas Peternakan dan Polda Jatim menggelar inspeksi mendadak, Rabu (25/5/2016) di pasar tradisional LKMK Semolowaru Surabaya.

"Kemasan daging sapi yang dijual ternyata dicampur daging babi. Kita sudah cek di laboratorium," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (26/5/2016).

Pelaku, kata dia, memang menggantung daging sapi di atas tempat usahanya, namun kepada pembeli, kemasan yang diberikan dicampur dengan daging babi.

"Motifnya, agar mendapat keuntungan lebih banyak, karena permintaan daging naik menjelang bulan puasa," tambahnya.

Daging babi dipilih karena harga kulakannya lebih murah dari daging sapi. "Kita juga imbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati membeli daging, karena diduga motif seperti ini akan banyak ditemukan di pasar tradisional lainnya," tambah Argo.

Pelaku kini diamankan di Mapolda Jatim untuk diperiksa. Dia dijerat Pasal 140 Jo Pasal 86 ayat (2) Jo Pasal 1 UU Pangan dan Pasal 62 ayat (1) atau ayat (2) Jo Pasal 8 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen. Ancaman pidana kurungan maksimal lima tahun. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Regional
Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Regional
Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X