Kompas.com - 12/05/2016, 11:46 WIB
|
EditorErlangga Djumena

UNGARAN, KOMPAS.com — Aktivitas para pencinta klakson "telolet" saat "berburu" diakui terkadang membahayakan keselamatan jiwa, baik untuk dirinya sendiri maupun pengemudi dan penumpang bus yang direkam.

Meski awalnya hanya menghadang bus di pinggir jalan raya untuk merekam gambar bus saat melaju, terkadang mereka abai terhadap keselamatan.

Seperti saat menjumpai sekelompok bocah pencinta klakson telolet yang mangkal di depan bengkel mobil Niki Ungaran, Jalan Diponegoro Ungaran, Rabu (11/5/2016) kemarin.

Salah satu bocah dengan panggilan "Yok" diperingatkan oleh teman mereka, Lingga (12) dan Aji (15), karena merekam video dengan lampu flash menyala saat merekam bus yang tengah melaju di depan mereka.

Lingga dan Aji yang ada di seberang jalan, tepatnya di Halte BRT depan Rumah Makan Mak Engking, beberapa kali berteriak agar Yok mematikan lampu flash saat merekam. "Yok! yok! flashe pateni (matikan)!" teriak Lingga.

Setelah beberapa kali diperingatkan, bocah dengan panggilan Yok tersebut mematikan lampu flash-nya.

Menurut Aji dan Lingga, ada beberapa aturan atau semacam kode etik bagi pencinta klakson telolet saat merekam laju bus yang mereka inginkan. Salah satunya adalah dilarang merekam video dengan lampu flash menyala.

Jika diabaikan, hal itu akan membahayakan bagi sopir bus bersangkutan, seperti kaget atau mengganggu pandangan sopir.

"Selain kamera tidak boleh flash, merekam telolet juga tidak boleh terlalu dekat dengan jalan raya," kata Aji.

Aji mengakui, tidak semua pencinta klakson telolet mengerti dan memahami aturan tersebut, terutama mereka yang tidak bergabung dalam wadah pencinta klakson telolet seperti Ungaran Bus Lover (UBL). Akibatnya, pernah ada seorang pencinta klakson telolet yang hampir tertabrak kendaraan.

"Banyak yang ngeyel kalau dikasih tahu. Pernah ada juga yang keserempet saat asyik merekam karena masuk ke badan jalan," kata Lingga.

Aturan lainnya, selain dilarang terlalu dekat dengan jalan raya dan dilarang merekam video dengan lampu flash menyala, adalah dilarang meminta sopir membunyikan klakson telolet dan lampu dim, baik secara lisan maupun isyarat kepada sopir bus.

Aturan yang satu ini, diakui oleh Aji maupun Lingga, cukup sulit dikendalikan, apalagi jika mereka sudah berjam-jam mangkal, tetapi belum berhasil merekam klakson telolet.

"'Pak minta teloletnya Pak', itu enggak boleh. Pakai isyarat pun juga enggak boleh, tetapi kadang ada yang mbandel juga," ucap Aji.

Hal tersebut diamini oleh pemilik akun aldiansyah_p (aldii) yang mem-posting video hasil buruannya di grup instagram bis mania community. Di dalam postingan satu tahun yang lalu tersebut, Aldi tak hanya mengunggah video klakson telolet berdurasi 10 detik, tetapi juga menyelipkan pesan agar kode etik dalam berburu klakson telolet dipatuhi, yakni dilarang meminta telolet kepada sopir bus.

"No Ngemis Telolet + safety hunting = Colek Pengawa ABL @dhaffa_maulana @ak_blonk @faizol_akbar_ @saputra_martinus_10 #ABL_Bersholawat #bismania #bismaniacommunity #sukafotobus #sukafotobis #huntingbus #SpectraPhotograph," tulis aldiansyah_p (aldii).

Selain itu, ketentuan di dalam merekam klakson telolet adalah dilarang mengganggu ketertiban di jalan raya dan yang terpenting adalah mendapat izin dari orangtua.

Ihwal izin dari orangtua, baik Aji maupun Lingga termasuk yang patuh. Mereka pernah mendapatkan larangan dari orangtua karena aktivitas berburu klakson telolet itu mereka lakukan di sepanjang Jalan Hos Cokroaminoto hingga Terminal Sisemut Ungaran.

Selain jaraknya cukup jauh dari rumah, karakteristik arus lalu lintas di kawasan itu cenderung cepat.

"Dulu di Terminal Sisemut sempat tiga bulan, tetapi ketahuan. Terus sekarang diizinkan, tetapi yang dekat rumah dan dipesan agar hati-hati," kata Aji lagi.

Hobi ini memang cukup membahayakan keselamatan diri maupun orang lain yang ada di jalan raya, apalagi hal ini dilakukan oleh anak-anak yang sering kali sulit mengontrol keadaan manakala asyik dengan sesuatu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.